Polda Metro Jaya Usut Kasus Dugaan Pengeroyokan Kubu Arsjad Rasjid di Menara Kadin
Rabu, 18 September 2024 | 18:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya bakal mengusut kasus dugaan pengeroyokan terhadap kubu Arsjad Rasjid di Menara Kadin.
"Setiap laporan polisi yang masuk ke Polda Metro Jaya itu pasti akan ditindaklanjuti, akan diusut, diproses," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan Rabu (18/9/2024).
Ade Ary mengatakan, laporan yang dilayangkan oleh staf khusus Arsjad bernama Arif Rahman tersebut berkaitan dengan dugaan pengeroyokan. Kendati demikian, dia tak membeberkan kronologi pengeroyokan tersebut.
"Atas peristiwa dugaan peristiwanya yang dilaporkan adalah kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang ataupun barang sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP," ungkapnya.
Ade Ary menambahkan, pihaknya bakal mengusut kasus tersebut sesuai prosedur. Dia pun meminta publik menunggu perkembangan kasus tersebut.
"Jadi mohon waktu setiap laporan yang masuk tahapan awalnya adalah pendalaman dalam rangka penyelidikan. Mohon waktu, tim penyelidik masih bekerja," ucap dia.
Sebelumnya, Kubu Arsjad Rasjid sebagai ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2021-2026 melaporkan dua orang terkait kasus dugaan pengeroyokan di Menara Kadin. Siapa saja?
Staf khusus Arsjad Rasjid, Arif Rahman mengatakan, dua orang tersebut, yakni Umar Kei dan menantu Aburizal Bakrie, Taufan Eko Nugroho.
"Ada dua yang saya laporkan," kata Arif saat dihubungi Rabu (18/9/2024).
Arif menjelaskan, Taufan turut dilaporkan lantaran mengajak Umar Kei untuk menghadang rombongannya yang hendak melakukan konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta.
"Pada dasarnya polisi tanya Umar Kei dapat undangan dari siapa? Saya bilang bukan dari saya, dapat undangan dari sana," kata dia.
"Lalu siapa yang mengundang, bilang Pak Taufan, makanya saya melaporkan Umar Kei serta Taufan dan kawan-kawan," sambungnya.
Arif mempertanyakan alasan Taufan mengundang Umar Kei. Dia menyinggung Umar Kei merupakan sosok preman.
"Tidak ada esensi urusan Kadin mengundang preman begitu," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




