Ada yang dari Yogyakarta, Massa Ojol Berdatangan ke Monas
Selasa, 20 Mei 2025 | 11:29 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Massa pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online (taksol) mulai berdatangan ke Monas untuk demo ojol, Selasa (20/5/2025). Bahkan, ada pengemudi ojol dari Yogyakarta, tidak saja dari Jabodetabek.
Selain Monas, titik aksi akan dilakukan di berbagai kantor aplikator layanan ojol dan juga kantor pemerintahan seperti Kemenhub, Istana Merdeka, dan DPR.
Arus lalu lintas di sekitar bundaran Patung Arjuna Wiwaha masih lancar lantaran belum ada jalan yang ditutup. Namun, terlihat, beberapa pembatas jalan telah disiapkan berdiri di pinggir jalan.
Berdasarkan pantauan, beberapa massa demo ojol mulai berdatangan sekitar pukul 10.30 WIB di depan pintu barat daya Monas. Mereka adalah pengemudi ojol dan taksol asal Yogyakarta.
"Kami dari perwakilan dari Yogyakarta, dari R4 (roda empat) maupun R2 (roda dua). Kami ingin berpartisipasi dalam pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum, yang akan kita sampaikan kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia," kata Widiantoro asal Yogyakarta.
Pengemudi itu pun merangkul tuntutan rekan-rekannya di Yogyakarta. "Pertama, terkait dengan kenaikan tarif roda dua. Kedua, terkait dengan hadirnya regulasi pengantaran makanan dan barang. Ketiga, yaitu terkait dengan diterbitkannya tarif bersih untuk roda empat. Keempat adalah hadirnya undang-undang transportasi online Indonesia," kata dia.
Pengemudi taksi online, Wiwin Wijanarko, juga menuntut kejelasan tarif kotor yang diterima para pengemudi taksol.
"Kita menuntut adanya regulasi tarif bersih. Karena selama ini yang terjadi adalah di PM 118 masih tarif kotor. Jadi tarif kotor itu kejelasannya masih ambigu. Jadi kita minta adalah kejelasan tentang berapa sih nilai nominal bersih yang kita terima. Dan regulasinya tertata dalam undang-undang atau payung hukum yang akan nanti kita sampaikan ke Kemenhub. Semoga ini berhasil, perjuangan teman-teman tidak sia-sia," ungkap Wiwin Wijanarko.
Sementara itu, Rie, pengemudi ojol wanita asal Yogyakarta juga membawa aspirasi rekan-rekannya di daerah. Ia sekaligus mengungkapkan perjuangan para pengemudi wanita saat mengaspal.
"Sering di-cancel customer. Karena perempuan. (Alasannya) dianggap mungkin naik motor belum mahir, ada yang tidak enak, diboncengin perempuan, seperti itu. Harapannya untuk driver perempuan, sebenarnya ya ada perlindungan yang lebih untuk driver perempuan. Selama ini kan masih banyak juga semacam seperti. Ada beberapa kasus itu (dilecehkan)," ungkap Rie menjelang demo ojol di Monas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




