Operasi Patuh Jaya 2025 Sasar Titik Rawan dengan Hunting System
Senin, 21 Juli 2025 | 16:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Polda Metro Jaya menerapkan strategi hunting system atau pergerakan dinamis dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2025. Sistem ini menyasar ruas jalan yang tidak terpantau kamera electronic traffic law enforcement (ETLE) serta titik-titik rawan pelanggaran, termasuk jalur yang sering digunakan untuk melawan arus.
“Jadi kami menyasar pada ruas-ruas jalan yang memang tidak terpantau atau tidak terpasang kamera ETLE, termasuk juga ruas-ruas jalan yang kerap dijadikan lawan arus,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, di Polsubsektor Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2025).
Operasi Patuh Jaya 2025 yang digelar di wilayah hukum Polda Metro Jaya (Jabodetabek) menargetkan berbagai titik pelanggaran lalu lintas. Dalam pelaksanaannya, polisi bekerja sama dengan POM TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP untuk melakukan tindakan preventif dan edukatif kepada masyarakat.
Sejumlah pelanggaran banyak ditemukan di ruas jalan yang belum dilengkapi ETLE statis. Petugas juga fokus pada area yang kerap digunakan pengendara untuk melawan arus lalu lintas.
“Namun, kita juga tidak serta-merta melakukan penegakan hukum, ada kegiatan-kegiatan edukasi masyarakat, termasuk juga dengan imbauan,” imbuh Komarudin.
Memasuki hari kedelapan Operasi Patuh Jaya 2025, pelanggaran lalu lintas yang paling banyak tercatat adalah tidak menggunakan helm dan pengendara di bawah umur untuk pelanggaran roda dua. Sementara pada kendaraan roda empat, pelanggaran didominasi penggunaan telepon genggam saat berkendara dan tidak memakai sabuk pengaman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




