Luapan Kali Krukut Picu Banjir di 6 Kelurahan Jakarta
Selasa, 18 November 2025 | 18:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Enam kelurahan di Jakarta terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (18/11/2025) siang hingga sore. Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Mohamad Yohan melalui keterangan resmi.
Yohan menjelaskan, tingginya curah hujan dalam waktu singkat menjadi penyebab utama munculnya genangan. Selain itu, luapan Kali Krukut dan Kali Mampang turut memperparah kondisi sejumlah permukiman. Kombinasi kedua faktor tersebut membuat sistem drainase tidak mampu menampung debit air yang naik drastis.
Di Jakarta Barat, banjir setinggi 60 sentimeter menggenangi dua rukun tetangga (RT) di Kelurahan Sukabumi Selatan. Aktivitas warga sempat terhambat karena air memasuki jalan permukiman dan area sekitar rumah.
Kelurahan Sukabumi Utara juga terdampak, meski dengan ketinggian yang lebih rendah, yakni 30 sentimeter yang melanda satu RT.
Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan dampak paling luas. Di Kelurahan Cilandak, BPBD mencatat 13 RT terendam banjir setinggi 30 sentimeter. Meski tergolong rendah, genangan meluas hingga ke jalan lingkungan dan menyulitkan mobilitas warga.
Di Kelurahan Pela Mampang, banjir mencapai 80 sentimeter dan merendam sembilan RT, termasuk kawasan padat penduduk dekat bantaran sungai. Ketinggian air di wilayah ini menjadi yang paling tinggi dari seluruh lokasi terdampak.
Kelurahan Cilandak Timur juga melaporkan dua RT terdampak banjir setinggi 60 sentimeter. Sementara itu, di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, satu RT terendam banjir 40 sentimeter tidak jauh dari aliran sungai.
Selain permukiman, BPBD mencatat genangan di tiga ruas jalan utama, yaitu Jalan Srengseng Raya (Kelurahan Srengseng), Jalan Pondok Karya (Kelurahan Pela Mampang), dan Jalan Kemang Utara IX (Kelurahan Duren Tiga). Ketinggian air di jalan-jalan tersebut berkisar 10 hingga 20 sentimeter dan sempat memperlambat arus kendaraan.
Menurut BPBD, genangan di ruas jalan dipicu curah hujan tinggi serta limpasan air dari Kali Mampang yang debitnya meningkat cepat.
BPBD Jakarta terus memantau kondisi cuaca dan ketinggian air di sejumlah pos pengamatan. Yohan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan.
“BPBD Jakarta mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam kondisi darurat, segera hubungi layanan darurat 112 yang beroperasi gratis 24 jam,” ujarnya.
BPBD juga mengingatkan warga untuk tidak memaksakan diri melintas di area banjir Jakarta dan segera mengamankan barang penting apabila hujan kembali meningkat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




