Pergerakan Kaki Kopilot Farhan di Smartwatch, Kabasarnas: Rekaman Lama
Selasa, 20 Januari 2026 | 20:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan, rekaman langkah kaki di smartwatch milik kopilot pesawat ATR 42-500 Farhan Gunawan merupakan rekaman lama.
Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebut, rekaman pergerakan smartwatch tersebut terjadi saat Farhan masih beraktivitas di Yogyakarta, bukan di lokasi jatuhnya pesawat.
"Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu Polda Sulawesi Selatan dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan," kata Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan di Komplek DPR/MPR, Selasa (20/1/2026).
"Setelah dibuka, ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Yogyakarta," tambahnya.
Ia menyampaikan, penyelidikan tersebut telah disampaikan kepada keluarga Farhan Gunawan. Kata dia, pihak keluarga mengaku, telah menerima penjelasan tersebut.
"Dan kita juga memahami perasaan keluarga makanya itu di-broadcast," ungkapnya.
Di sisi lain, meski menegaskan rekaman langkah kaki di smartwatch milik Farhan Gunawan merupakan rekaman lama, tetapi dia berharap korban tersisa ditemukan masih hidup.
Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi apabila berkaca terhadap sejumlah kecelakaan pesawat yang terjadi seusai menabrak gunung.
"Saya sampaikan kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




