ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Daan Mogot, Penumpang Transjakarta Harus Turun dan Jalan Kaki

Kamis, 29 Januari 2026 | 13:26 WIB
AT
RA
Penulis: Andrew Tito | Editor: RP
Arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat,  lumpuh karena banjir pada Kamis 29 Januari 2026 pagi.
Arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, lumpuh karena banjir pada Kamis 29 Januari 2026 pagi. (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Jakarta, Beritasatu.com – Banjir kembali melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (29/1/2026). Genangan air menutup badan jalan sehingga sejumlah armada Transjakarta terjebak kemacetan dan penumpang terpaksa turun untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Kemacetan parah terjadi di beberapa titik sepanjang Jalan Daan Mogot, terutama pada jam sibuk pagi hari. Bus Transjakarta berhenti total karena genangan air dan kepadatan kendaraan. Situasi ini mendorong beberapa penumpang mengambil inisiatif untuk turun di tengah jalan demi menghindari keterlambatan. 

Sejumlah penumpang terlihat berjalan kaki menyusuri jalur bus, sementara lainnya menyeberang dan memanfaatkan trotoar. Namun, kondisi trotoar tak sepenuhnya aman karena banyak sepeda motor yang melintas di jalur pejalan kaki.

ADVERTISEMENT

Salah satu penumpang, Amir (29), karyawan swasta, mengaku harus berjalan kaki sejauh sekitar 2,3 kilometer untuk sampai ke kantornya di kawasan Kalideres. Ia memutuskan turun dari bus karena kendaraan tidak bergerak sama sekali akibat banjir dan kemacetan. 

“Tadi jalan dari ujung, Jembatan Gantung sampai sini. Hampir 30 menit lah kayaknya, soalnya enggak jalan-jalan sama sekali busnya,” ujar Amir di depan halte Transjakarta.

Awalnya, Amir memilih tetap duduk di bus dan berharap kendaraan bisa menerobos genangan, namun situasi berubah ketika beberapa penumpang lain meminta sopir untuk berhenti menurunkan penumpang.  “Sebenarnya tadi dari Taman Kota sudah banyak yang turun. Tetapi, saya masih duduk di dalam, kirain enggak bakal panjang banget,” ujarnya.

Ia menambahkan perjalanan berjalan kaki tidak mudah karena harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor

“Terus pas di dekat Jembatan Gantung ada bapak-bapak minta diturunin, ya sudah banyak yang ngikut turun, saya juga. Agak susah juga sih jalan saja, harus nyelip di motor sama mobil. Trotoar juga banyak motor yang naik,” pungkas Amir. 

Setelah melewati titik genangan dan kemacetan, Amir melanjutkan perjalanan menuju Kalideres menggunakan ojek online. Ia memutuskan tidak kembali menaiki Transjakarta untuk segera sampai di kantor.

Jalan Daan Mogot terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 30 sentimeter pada Kamis pagi. Titik terdalam berada di sekitar Halte Transjakarta Jembatan Gantung dengan genangan setinggi 30 sentimeter. Genangan juga terjadi di Jalan Daan Mogot arah Grogol menuju Cengkareng, termasuk di sekitar Halte Taman Kota dengan ketinggian air sekitar 15 sentimeter.

Banjir ini disebabkan hujan deras yang mengguyur Jakarta Barat sejak Rabu (28/1/2026) malam hingga dini hari. Curah hujan tinggi membuat Kali Mookervart meluap, sehingga ruas jalan utama tergenang.

Akibatnya, kendaraan roda dua dan roda empat harus merapat ke sisi jalan yang lebih dangkal, mempersempit ruang gerak dan memicu kemacetan panjang. Kepadatan kendaraan terlihat mengular dari kawasan dekat Halte Pulo Nangka hingga mendekati kawasan Mayora, Kalideres, semakin memperburuk lalu lintas pada jam sibuk pagi hari.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AHY: Penanganan Banjir Jakarta Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

AHY: Penanganan Banjir Jakarta Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

JAKARTA
Hari Kedua, Banjir Masih Rendam Permukiman Warga di Cipondoh Tangerang

Hari Kedua, Banjir Masih Rendam Permukiman Warga di Cipondoh Tangerang

BANTEN
Banjir Rendam Kebon Pala, Warga Beraktivitas di Tengah Genangan

Banjir Rendam Kebon Pala, Warga Beraktivitas di Tengah Genangan

JAKARTA
Banjir Masih Rendam Cipondoh, 210 Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir Masih Rendam Cipondoh, 210 Warga Terpaksa Mengungsi

BANTEN
BPBD Catat 80 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

BPBD Catat 80 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

JAKARTA
Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon