MT Khadeeja dan Yayasan Pundi Rakyat Gelar Pesantren Kilat Ramadan
Senin, 23 Februari 2026 | 03:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Taklim (MT) Khadeeja bersama Yayasan Pundi Rakyat menyelenggarakan pesantren kilat Ramadan 2026 di Masjid Asy Syuhada, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kegiatan ini diikuti para anak yatim, duafa, hingga janda.
Seorang pengajar Risma Budiyani mengatan pesantren kilat tersebut mengajarkan peserta cara mudah menghafal Al-Qur’an dengan metode yang digunakan oleh Lembaga Dakwah Askar Kauny.
"Kita mengajarkan menghafal Al-Qur'an semudah tersenyum dengan menggunakan metode Askar Kauny, jadi setiap gerakan tangan itu mewakili arti," kata Risma Budiyani kepada Beritasatu.com, Minggu (22/2/2026).
Hari ini, hafalan Al-Qur'an yang dipilih untuk diajarkan kepada peserta, adalah Surah Al-Mulk ayat dua, karena dilihat dari artinya, Allah menciptakan antara kematian dan kehidupan, ujian-ujian.
"Tujuannya untuk mengetahui siapa yang paling baik amalnya, yang paling baik amalnya dengan segala kesulitannya nanti akan diberi balasan surga, sekaligus menginspirasi mereka bahwa kesulitan yang terjadi itu bukan karena Allah, tetapi sunatullah semuanya diuji dengan kadar yang berbeda-beda," ucapnya.
Sementara itu harapannya agar para peserta menjadi lebih semangat dalam menjalani hidup dan kelak di antara mereka ada yang menjadi penghafal Al-Qur’an.
Pesantren kilat ini tidak hanya berfokus pada hafalan Al-Qur’an, tetapi juga pemahaman maknanya, interaksi edukatif, serta penguatan mental, dan spiritual peserta.
Wakil Ketua Yayasan Pundi Rakyat Siti Zulaikha menyebut kegiatan pesantren kilat ini merupakan kali kedua diadakan setelah Ramadan 2025.
Selain itu, Yayasan Pundi Rakyat juga dapat mengumpulkan anak-anak yatim, duafa sejumlah 100 orang dengan harapannya bisa menjadi hafiz Qur’an.
"Metode dari Askar Kauny itu mempermudah anak-anak menghafal dengan gerakan-gerakan. Mudah-mudahan nanti ke depannya mereka jadi penghafal Qur'an," tutur Siti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




