Cipinang Melayu Terendam Banjir 1,5 Meter, Lansia dan Bayi Dievakuasi
Minggu, 8 Maret 2026 | 11:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Banjir setinggi 1,5 meter merendam permukiman warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Minggu (8/3/2026). Banjir terjadi akibat luapan Kali Sunter setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (7/3/2026) malam.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengevakuasi 12 warga yang lanjut usia (lansia) hingga bayi yang terjebak banjir.
"Kami mengevakuasi sekitar 12 orang warga di Cipinang Melayu, termasuk lansia dan bayi," kata Kepala Regu Tim Rescue Gulkarmat Jakarta Timur Andi di lokasi banjir.
Petugas menerima laporan adanya warga yang membutuhkan bantuan evakuasi akibat genangan yang semakin tinggi. Tim penyelamat kemudian diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.
Proses evakuasi melibatkan delapan personel yang dilengkapi berbagai peralatan penyelamatan. Petugas juga menggunakan satu unit perahu karet untuk mengangkut warga menuju lokasi yang lebih aman.
Menurut Andi, dalam proses evakuasi tersebut terdapat dua bayi yang ikut diselamatkan bersama warga lainnya.
Selain bayi, sejumlah lansia juga dievakuasi karena kondisi fisik yang rentan dalam situasi banjir.
"Alhamdulillah, semua warga berhasil dievakuasi dengan baik. Semuanya selamat," ujar Andi.
Petugas menghadapi kendala saat proses evakuasi karena akses menuju permukiman cukup sempit. Tim juga harus menyeberangi aliran kali dengan arus yang cukup deras.
"Untuk akses jalan, cukup sempit dan harus menyeberangi kali. Jadi, pada saat itu tim mengeluarkan cukup banyak peralatan untuk mencapai lokasi kejadian," jelas Andi.
Arus air yang cukup deras membuat tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati, terutama saat mengevakuasi bayi dan warga lansia.
Setelah proses penyelamatan selesai, seluruh warga dipindahkan ke tempat yang lebih aman, yaitu posko pengungsian yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di depan pos RW.
Andi memastikan seluruh warga yang dievakuasi dalam kondisi selamat.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir, terutama saat curah hujan tinggi yang dapat meningkatkan debit air di sejumlah aliran sungai di Jakarta Timur.
Banjir paling parah terjadi di kawasan bantaran Kali Sunter. Sedikitnya enam rukun tetangga (RT) di RW 04 Cipinang Melayu terdampak genangan dengan ketinggian air hingga 1,5 meter. RT yang terdampak meliputi RT 1, RT 2, RT 3, RT 4, RT 5, dan RT 7.
Hingga saat ini warga di wilayah tersebut masih bersiaga sambil menunggu air surut. Pengurus wilayah setempat terus memantau perkembangan ketinggian air serta kesiapan lokasi pengungsian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




