Makin Meluas, Banjir Sudah Genangi 148 RT dan 20 Ruas Jalan di Jakarta
Minggu, 8 Maret 2026 | 14:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Banjir yang melanda Jakarta akibat meluapnya sejumlah kali dan anak sungai makin meluas. Hingga Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, tercatat sudah 148 rukun tetangga (RT) dan 20 ruas jalan tergenang air. Sebanyak 72 orang mengungsi.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 148 RT dan 20 ruas jalan yang masih tergenang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji.
Pada pagi tadi, BPBD merilis sebanyak 75 RT dan 19 ruas jalan yang tergenang banjir.
Isnawa menyebutkan banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dalam waktu cukup lama sejak Sabtu (7/3/2026) malam, serta diperparah oleh meluapnya sejumlah sungai dan saluran air di beberapa lokasi. Ketinggian air yang tercatat di wilayah terdampak bervariasi, mulai dari 20 sentimeter (cm) hingga mencapai sekitar 1,5 meter.
BPBD Jakarta saat ini telah mengerahkan personel ke berbagai lokasi untuk memantau kondisi genangan dan membantu penanganan di lapangan. Petugas juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan penyedotan air, membuka jalur drainase, serta memastikan saluran air atau tali-tali air berfungsi dengan baik agar genangan dapat segera surut.
Selain itu, petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan meningkatnya debit air di sejumlah sungai yang melintasi kawasan permukiman warga.
Wilayah Jakarta Barat menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup signifikan. BPBD mencatat terdapat 33 RT yang terendam banjir di sejumlah kelurahan. Di Kelurahan Kedaung Kali Angke, banjir merendam 4 RT dengan ketinggian air sekitar 80 sentimeter.
Sementara di Kelurahan Rawa Buaya, genangan terjadi di 9 RT dengan ketinggian air berkisar 60 cm hingga 1,2 meter. Banjir juga terjadi di Kelurahan Jelambar Baru yang merendam 1 RT dengan ketinggian air 40 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Kelurahan Kebon Jeruk, di mana 1 RT terdampak genangan dengan ketinggian yang sama, yakni 40 sentimeter.
Di Kelurahan Kedoya Selatan, banjir merendam 4 RT dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter. Sementara itu di Kelurahan Kedoya Utara, tercatat 4 RT terendam dengan ketinggian genangan sekitar 20 sentimeter.
Genangan yang cukup tinggi juga terjadi di Kelurahan Sukabumi Selatan. Ada dua RT terendam sampai 1 meter. Di Kelurahan Joglo, banjir merendam 1 RT dengan ketinggian sekitar 65 sentimeter.
Kemudian di Kelurahan Kembangan Selatan, tercatat 5 RT terendam banjir dengan ketinggian air antara 50 hingga 70 sentimeter. Selain curah hujan tinggi, genangan di wilayah ini juga dipicu oleh luapan Kali Bendungan Kali Pelopor.
Sementara di Kelurahan Kembangan Utara, terdapat 2 RT yang terdampak banjir dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter akibat tingginya curah hujan.
Banjir juga meluas di wilayah Jakarta Selatan, dengan total 55 RT terdampak genangan air.
Di Kelurahan Cipete Utara, banjir merendam tiga RT dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter yang disebabkan oleh curah hujan tinggi.
Wilayah yang terdampak paling banyak berada di Kelurahan Petogogan, di mana 39 RT terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 70 sentimeter. Genangan di kawasan ini terjadi akibat curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut dan Kali PHB Nipam.
Di Kelurahan Cipulir, banjir merendam satu RT dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter akibat curah hujan tinggi serta luapan Kali Pesanggrahan.
Banjir dengan ketinggian cukup tinggi juga terjadi di Kelurahan Pela Mampang, di mana 1 RT terdampak dengan ketinggian air mencapai 130 sentimeter akibat luapan Kali Mampang.
Sementara itu di Kelurahan Duren Tiga, banjir merendam 3 RT dengan ketinggian air berkisar antara 80 hingga 150 sentimeter, menjadikannya salah satu titik dengan genangan paling tinggi.
Di Kelurahan Cilandak Timur, genangan terjadi di 2 RT dengan ketinggian air antara 30 hingga 80 sentimeter.
Kemudian di Kelurahan Pejaten Barat, tercatat 4 RT terendam dengan ketinggian air sekitar 30 hingga 40 sentimeter, yang dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali PHB Serua.
Di Kelurahan Ulujami, terdapat 2 RT yang terdampak banjir dengan ketinggian air antara 40 hingga 75 sentimeter akibat curah hujan tinggi serta luapan Kali Uangan.
Wilayah Jakarta Timur juga mengalami dampak cukup luas dengan total 60 RT terendam banjir.
Di Kelurahan Kampung Rambutan, banjir merendam 2 RT dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali PHB.
Sementara di Kelurahan Pondok Bambu, terdapat 1 RT yang terendam dengan ketinggian air sekitar 70 sentimeter akibat luapan Kali Sunter.
Di Kelurahan Bidara Cina, banjir terjadi di 4 RT dengan ketinggian air antara 50 hingga 70 sentimeter, dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali Ciliwung.
Wilayah yang terdampak cukup besar juga berada di Kelurahan Kampung Melayu, di mana 16 RT terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 80 hingga 125 sentimeter.
Kemudian di Kelurahan Cawang, genangan terjadi di 7 RT dengan ketinggian sekitar 60 hingga 70 sentimeter, yang juga disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung.
Di Kelurahan Cililitan, terdapat 2 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter akibat curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Ciliwung.
Sementara itu di Kelurahan Cipinang Melayu, tercatat 13 RT terendam dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter.
Di Kelurahan Halim Perdana Kusuma, banjir merendam 15 RT dengan ketinggian air antara 40 hingga 90 sentimeter.
Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi sedikitnya 20 ruas jalan di berbagai wilayah Jakarta dengan ketinggian air antara 10 hingga 40 sentimeter. Genangan tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi sejak malam hingga pagi hari.
Sejumlah jalan yang terdampak, antara lain Jalan Srengseng Raya di Kelurahan Srengseng, Jalan Daan Mogot KM 13 di Kelurahan Rawa Buaya, Jalan Perumahan Green Garden di Kelurahan Kedoya Utara, Jalan Meruya Selatan, serta Jalan Daan Mogot depan Victoria di Kelurahan Cengkareng Timur.
Genangan juga terjadi di Jalan Daan Mogot Halte Taman Kota di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jalan Kapten Pierre Tendean di Kelurahan Kuningan Barat, serta beberapa titik di Jalan Cileduk Raya, termasuk di kawasan Seskoal, kolong ITC Cipulir, dan SPBU Shell Ulujami.
Selain itu, banjir juga menggenangi Jalan Bintaro Permai Raya (H. Gari) di Kelurahan Pesanggrahan, Jalan Beo di Pesanggrahan, Jalan Swadarma Raya di Ulujami, serta Jalan Puri Kembangan di depan SMK Budi Murni di Kelurahan Kedoya Selatan.
Genangan juga tercatat di Jalan Kramat Raya di Kelurahan Tugu Utara, Jalan Rawa Indah RT 003 RW 003 di Kelurahan Pegangsaan Dua, serta sejumlah jalan di wilayah Jakarta Pusat seperti Jalan Karet Pasar Baru Barat I di Karet Tengsin, Jalan Petamburan II, dan Jalan Bendungan Hilir.
Satu titik genangan lainnya juga tercatat berada di Jalan Rengas Raya di Kelurahan Bintaro.
Akibat banjir yang merendam permukiman, sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. BPBD mencatat terdapat 46 kepala keluarga (KK) dengan total 72 jiwa yang saat ini berada di lokasi pengungsian.
Para pengungsi tersebut ditempatkan di Musala Al Inayah yang berada di Kelurahan Pejaten Barat.
BPBD Jakarta memastikan terus memantau perkembangan kondisi banjir serta berupaya melakukan penanganan secepat mungkin agar genangan di berbagai wilayah dapat segera surut dan aktivitas warga kembali normal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




