Lebaran Betawi 2026 Digelar, Lalin Sekitar Lapangan Banteng Dialihkan
Jumat, 10 April 2026 | 10:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perayaan Lebaran Betawi 2026 kembali digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Ribuan warga diperkirakan memadati lokasi, sehingga Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas selama tiga hari.
Pengaturan arus kendaraan diberlakukan mulai Jumat (10/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan selama perhelatan budaya tahunan tersebut.
Kepala Dishub Jakarta Syafrin Liputo mengatakan rekayasa lalu lintas diterapkan di sejumlah ruas strategis di sekitar Lapangan Banteng.
"Pengendara dari arah Juanda menuju Gunung Sahari dialihkan melalui Jalan Pos, Jalan Dr Sutomo, hingga Jalan Budi Utomo. Sementara arus dari Gunung Sahari menuju Juanda dialihkan melalui Jalan Katedral dan Jalan Veteran," ujar Syafrin, Jumat (10/4/2026).
Selain itu, akses dari dan menuju kawasan Gambir juga mengalami penyesuaian. Pengalihan arus dilakukan melalui Jalan Perwira, Jalan Katedral, hingga Jalan Taman Pejambon.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan guna menghindari kemacetan.
Lebaran Betawi 2026 mengusung tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”. Acara berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian kegiatan budaya dan hiburan.
Beragam atraksi disiapkan, mulai dari penampilan ondel-ondel, tanjidor, silat Betawi, hingga gambang kromong dan lenong. Selain itu, terdapat kegiatan religius seperti pengajian, maulid, dan doa bersama.
Hiburan rakyat seperti layar tancep dan permainan tradisional juga turut meramaikan acara. Sajian kuliner khas Betawi menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Panitia menargetkan sekitar 20.000 orang akan menghadiri perayaan ini, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara.
Seperti diketahui, Lebaran Betawi merupakan tradisi masyarakat Betawi yang berkembang sebagai bentuk perayaan pasca-Idulfitri. Tradisi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat identitas budaya Betawi di tengah modernisasi Jakarta.
Tradisi ini identik dengan hantaran makanan khas seperti ketupat, semur, dan dodol, serta pertunjukan seni tradisional. Nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut.
Seiring waktu, Lebaran Betawi berkembang menjadi festival budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan didukung pemerintah daerah. Kini, acara ini menjadi salah satu agenda wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan Betawi ke tingkat global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




