Ancam Ekosistem, Pramono Dukung Penangkapan Ikan Sapu-sapu di Jakarta
Sabtu, 11 April 2026 | 17:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo mendukung penangkapan ikan sapu-sapu yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat bersama petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU). Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan, sekaligus melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan.
Pramono mengungkapkan, dirinya mengikuti langsung kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu yang melibatkan wali kota Jakarta Pusat bersama petugas PPSU di sekitar area Grand Hyatt dan Plaza Indonesia.
Orang nomor satu di Jakarta itu mengatakan, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang berasal dari Amerika Selatan dan memiliki daya tahan hidup yang sangat tinggi. Ikan ini dapat bertahan di berbagai kondisi lingkungan serta memakan hampir semua jenis material di sekitarnya.
“Memang ikan ini migrasi dari Amerika Selatan. Daya tahan tubuhnya luar biasa, dia bisa hidup dengan makan apa saja,” ujar Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dikutip dari Antara, Sabtu (12/4/2026).
Namun, kemampuan ikan tersebut memakan berbagai jenis bahan justru menjadi sorotan serius. Kondisi itu berpotensi membuat daging ikan sapu-sapu terkontaminasi zat berbahaya sehingga tidak aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Karena dia bisa makan apa saja, tentunya juga berbahaya. Dagingnya pasti mengandung kontaminasi dengan zat-zat yang berbahaya,” tambahnya.
Selain berdampak pada kesehatan, keberadaan ikan sapu-sapu juga dinilai mengancam kelestarian ekosistem perairan lokal. Jika tidak dikendalikan, populasinya dinilai berpotensi mengganggu keberadaan ikan-ikan asli seperti ikan wader dan spesies lainnya.
“Kalau dibiarkan, ikan-ikan yang lain akan hilang. Wader dan sebagainya pasti akan hilang,” tegas Pramono.
Atas dasar itu, Pemprov Jakarta mendukung langkah penanganan secara masif untuk mengurangi populasi ikan sapu-sapu di perairan ibu kota. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus melindungi biodiversitas lokal.
Pramono berharap langkah serupa dapat dilakukan secara konsisten di berbagai wilayah Jakarta. Ke depannya, Pemprov Jakarta berencana memperkuat pengendalian spesies invasif, termasuk ikan sapu-sapu, melalui kolaborasi lintas instansi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kualitas lingkungan perairan serta keberlanjutan ekosistem di Jakarta.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta melakukan kerja bakti penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng, depan Plaza Indonesia, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari Suku Dinas Sumber Daya Air, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, PPSU, serta Gulkarmat. Total ikan yang ditangkap sekitar 40 ekor dan dimatikan sebelum dikubur.
Kepala Dinas KPKP Jakarta Hasudungan A Sidabalok mengatakan, permasalahan ikan sapu-sapu bukan hal baru dan sebelumnya pernah ditangani di Kali Ciliwung.
“Waktu pembersihan ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung kita sudah mengambil sampel ikan dan airnya juga, ternyata ambang batas pencemarannya melebihi, ikan mengandung salmonella dan E coli serta residu logam berat,” tutur Hasudungan.
Ia menambahkan, setelah penangkapan, ikan sapu-sapu dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur.
“Bangkai ikan sapu-sapu yang telah mati akan dikubur karena daya tahan ikan sapu-sapu ini memang jika tidak dipastikan mati maka bisa hidup tanpa berada di air,” tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




