Ibu Rumah Tangga di Tambora Tewas Dicekik Suami Siri
Jumat, 19 Juni 2026 | 18:12 WIB
Ibu Rumah Tangga di Tambora Tewas Dicekik Suami Siri
Jakarta, Beritasatu.com - Seorang ibu rumah tangga bernama Romdanah (37), yang akrab disapa Iom, ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Pada Mulya 7, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (19/6/2026) sore.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di ruang tamu rumahnya. Saat ditemukan, posisi tubuh korban tampak terduduk di kursi dengan kondisi leher terjerat kain sprei kasur yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawanya.
Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Aparat dari Polsek Tambora bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.
Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, korban diduga dibunuh oleh suami sirinya bernama Erwin. Sebelum kejadian, keduanya disebut kerap terlibat pertengkaran dalam kehidupan sehari-hari.
Adik ipar korban, Tasya, mengungkapkan peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah anak korban memberitahukan bahwa ibunya telah meninggal dunia. “Tadi sekitar jam 15.00 WIB saya mau ke salon sama anak saya. Terus anak korban menghampiri saya dan bilang, ‘Mama meninggal’. Saya tanya meninggal kenapa, lalu dia bilang, ‘Sama ayah dicekik pakai kain’,” ujar Tasya.
Mendengar informasi tersebut, Tasya langsung mendatangi rumah korban. Saat tiba di lokasi, ia mendapati korban sudah tidak bernyawa.
“Ternyata benar, korban ada di ruang tamu dalam posisi setengah duduk. Tangannya sudah menggantung dan kondisinya sudah meninggal,” katanya.
Menurut Tasya, pertengkaran antara korban dan suami sirinya bukan kali pertama terjadi. Bahkan, keributan disebut berlangsung hampir setiap hari. “Sering, hampir setiap hari mereka cekcok. Dari malam sebelumnya sekitar jam dua dini hari juga sudah ribut,” ujarnya.
Meski demikian, penyebab pasti pertengkaran yang diduga berujung pada pembunuhan tersebut masih belum diketahui. Polisi masih mendalami motif pelaku serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Selain menemukan jeratan di bagian leher, keluarga juga mengaku melihat adanya luka lebam pada tubuh korban. Di bagian paha terlihat bengkak dan membiru. Kemungkinan ada kekerasan juga sebelumnya,” kata Tasya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani autopsi. Hasil autopsi diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian sekaligus memperkuat alat bukti dalam proses hukum.
Sementara itu, hingga Jumat malam, pelaku yang diduga bertanggung jawab atas kematian korban masih belum ditemukan. Polisi telah melakukan pengejaran dan memburu keberadaan terduga pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




