ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sri Mulyani: Waspadai Pelemahan Ekonomi di Tahun Depan

Rabu, 23 November 2022 | 19:48 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban usai mengikuti acara Anugerah Reksa Bandha di Gedung Dhanapala, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 23 November 2022.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban usai mengikuti acara Anugerah Reksa Bandha di Gedung Dhanapala, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 23 November 2022. (Beritasatu Photo/Arnoldus Kristianus)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan menjalankan kebijakan perekonomian tahun 2023 secara optimistis namun tetap mewaspadai sejumlah faktor.

Momentum pemulihan ekonomi pada kuartal III dan IV 2022 masih terjaga tetapi pemerintah tetap mewaspadai kondisi perekonomian global yang kerap mengalami turbulensi.

"Kombinasi di satu sisi kita optimis karena pemulihan ekonomi Indonesia kinerja sampai kuartal III dan berbagai faktor yang mendukungnya seperti dari sisi investasi ekspor, konsumsi, masyarakat dan belanja pemerintah semua berimplikasi bahwa momentum itu masih berjalan," ucap Sri Mulyani dalam acara Anugerah Reksa Bandha di Gedung Dhanapala, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Menurut Sri Mulyani, kewaspadaan terjadi karena dampak perang Rusia-Ukraina khususnya berimbas pada sejumlah sektor, terutama energi dan pangan.

ADVERTISEMENT

"Selain itu, kenaikan pangan pada komoditas energi, harga pangan dan pupuk mendorong inflasi di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang," jelasnya.

Tingginya laju inflasi menyebabkan bank sentral di sejumlah negara melakukan pengetatan kebijakan moneter yang melemahkan perekonomian.

Bahkan, kata Menkeu, beberapa negara memang masuk ke zona kontraksi dalam posisi positif tetapi masih sangat kecil seperti di Amerika Serikat.



"Di Tiongkok kita dengar karena kebijakannya covid masih sangat ketat ini mempengaruhi kondisi ekonomi global. Jadi kami selalu sampaikan waspada karena faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan momentum pemulihan ekonomi Indonesia bisa dipengaruhi oleh faktor global tersebut," tuturnya.

Melalui sikap optimistis namun waspada, pemerintah tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 sebesar 5,3% secara tahunan pada 2023.

"Namun memang kata-kata waspada itu menggambarkan downside risk muncul sangat kuat. Seberapa downside risk ini, nanti akan dilihat sampai akhir tahun," pungkas Sri Mulyani.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

NASIONAL
Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

EKONOMI
6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

INTERNASIONAL
15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

INTERNASIONAL
Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

NASIONAL
Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon