ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasar SUN Menguat, Yield 10 Tahun Diprediksi Sentuh 6,5%

Senin, 5 Desember 2022 | 08:08 WIB
ZR
FB
Penulis: Zsazya Senorita MC Ramadhani | Editor: FMB
Ilustrasi Kementerian Keuangan terkait penawaran Surat Utang negara
Ilustrasi Kementerian Keuangan terkait penawaran Surat Utang negara (Istimewa)

Khusus sentimen global, dia menilai bahwa rencana penaikan suku bunga the Fed bisa menjadi katalis negatif terhadap pasar SBN namun pada level yang terbatas. Sebab, kemungkinan kenaikan suku bunga the Fed tidak akan sebesar bulan-bulan sebelumnya yang mencapai 75 bsp dalam satu kali pengumuman.

Usai agresivitas penaikan suku bunga sebelum-sebelumnya, Fikri memperkirakan the Fed mulai membatasi kenaikan suku bunga akhir tahun ini hingga 2023. "Jadi mungkin pasar bonds-nya sudah mulai melihat bahwa yield juga akan terjaga nanti, terutama untuk jangka panjang. Kalau kenaikan suku bunga biasanya memengaruhi kenaikan yield jangka pendek," tambah Fikri.

Optimisme kenaikan yield 10 tahun akan relatif lebih terbatas, dilatarbelakangi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih terjaga. Sementara itu, prediksi yield 10 tahun berada di kisaran 6,8% hingga akhir 2022 dipercaya mungkin tercapai karena jaraknya cukup dekat dengan realisasi yield saat ini.

"Tetapi sekali lagi tergantung investor juga. Mungkin nanti setelah tanggal 14 (pengumuman the Fed) biasanya memengaruhi market secara global dan pasar kita juga," imbuh Fikri.

ADVERTISEMENT

Dari sisi investor asing, dia memperkirakan bahwa total capital inflow di pasar SBN masih akan negatif dibandingkan posisi 2021. Mengingat, terlalu banyak investasi asing yang keluar dari pasar SBN Indonesia sepanjang tahun ini yang mencatatkan angka negatif Rp 170 triliun.

Ditambah capital inflow sekitar Rp 11 triliun pada November 2022, jumlah investasi asing di pasar SBN diperkirakan masih negatif secara year to date (ytd) sebesar Rp 160 triliun. Pada sisa tahun ini, Fikri memperkirakan ada tambahan investasi masuk sekitar Rp 10-20 triliun sehingga pasar SBN akan mencatatkan capital outflow sekitar Rp 150 triliun dibandingkan tahun lalu.

"Untungnya karena likuiditas domestik masih cukup baik, perbankan bisa memiliki sumber pembeli siaga terbesar ditambah potensi BI jadi saya pikir ini yang menguntungkan kita saat ini," pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Utang Pemerintah Hampir Sentuh Rp 10.000 Triliun

Utang Pemerintah Hampir Sentuh Rp 10.000 Triliun

EKONOMI
Pelemahan Rupiah dan Harga Minyak Tekan SBN

Pelemahan Rupiah dan Harga Minyak Tekan SBN

EKONOMI
Mayoritas Investor Domestik, Pasar Obligasi RI Lebih Tahan Tekanan

Mayoritas Investor Domestik, Pasar Obligasi RI Lebih Tahan Tekanan

EKONOMI
Lelang 9 SUN, Pemerintah Bidik Rp 49,5 Triliun

Lelang 9 SUN, Pemerintah Bidik Rp 49,5 Triliun

EKONOMI
Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk

Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk

EKONOMI
Menebak Prospek Surat Utang Indonesia di Awal 2026

Menebak Prospek Surat Utang Indonesia di Awal 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon