Meski Biaya Tinggi, Penerbitan Obligasi 2023 Tetap Marak
Rabu, 7 Desember 2022 | 08:59 WIB
Risiko Gagal Bayar
Tren peningkatan suku bunga semakin menambah beban perusahaan yang memiliki utang serta meningkatkan cost of fund bagi penerbit obligasi.
Baca Juga: Hingga Oktober, Penerbitan Obligasi Naik 28% Jadi Rp 144,9 T
Menurut Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin, dengan kenaikan suku bunga akan meningkatkan risiko keuangan. Hal ini tergambar dari kenaikan premi yang diminta investor, spread antara yield obligasi korporasi dengan yield obligasi pemerintah.
Namun secara historis Ahmad melanjutkan, kenaikan ini dinilai wajar dan mendekati level sebelum pandemi atau level normal. "Kita tahu bahwa penurunan suku bunga di awal 2021 telah memicu penurunan beban bunga dan karena itu, investor menanggapi itu secara positif dengan meminta premi yang lebih rendah," tutur Ahmad.
Untuk terhindar risiko gagal bayar, perusahaan seharusnya melakukan beberapa strategi khusus. Pada sektor industri komoditas misalnya, beberapa emiten mulai melakukan buyback. Dengan demikian emiten mendapatkan berkah dari kenaikan harga komoditas. Sehingga, aliran dana cash bisa lebih besar sebagai bentuk antisipasi atau untuk melunasi utang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




