ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indocement Catat Rekor Penjualan Domestik Tertinggi

Rabu, 13 Maret 2013 | 16:32 WIB
RN
B
Penulis: Ronna Nirmala | Editor: B1

Jakarta - Pembangunan infrastruktur yang bertumbuh signifikan di Indonesia membuat PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, berhasil membuat kenaikan pangsa pasar pada 2012, menjadi 32 persen atau sebanyak 17,9 juta ton dibandingkan pada 2011 yakni, 31,5 persen atau sejumlah 15,4 juta ton.

Tju Lie Sukanto, Direktur Indocement mengatakan, peningkatan tersebut mencatatkan Indocement sebagai perusahan dengan rekor tertinggi penjualan di pasar domestik, yakni 17,9 juta ton atau 16,1 persen lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 14,5 persen.

"Dalam satu tahun berhasil menjual dua juta ton lebih," ujarnya.

Selain itu, volume penjualan ekspor Indocement juga menurun (sejak 2005) sebesar 84,5 persen menjadi hanya 95.000 ton dibanding tahun lalu dengan total 613.000 ton.

ADVERTISEMENT

"Ini dikarenakan Indocement lebih fokus memenuhi permintaan domestik yang tinggi dan juga demi mendukung pertumbuhan infrastruktur nasional," kata Sukanto dalam paparan publik Indocement di Gedung BEJ, Jakarta, Rabu (13/3).

Ia menjabarkan, pertumbuhan penjualan domestik yang meningkat tersebut didominasi oleh pertumbuhan infrastruktur yang cukup tinggi, khususnya di Pulau Jawa yakni sebesar 21 persen, dan juga didukung oleh pertumbuhan di luar Pulau Jawa sebesar 14 persen pada 2012.

"Untuk di luar Jawa saat ini pertumbuhan konsumsi terbesar berada di Pulau Kalimantan sebesar 14 persen. Sementara di dalam Pulau Jawa sendiri pertumbuhan konsumsi domestik terbesar masih berada di Jawa Timur sebesar 23 persen," sambung Sukanto.

Atas peningkatan permintaan pasar ini, Indocement berhasil membukukan angka pendapatan selama 2012 yakni, sebesar Rp 17,3 triliun atau meningkat 24,5 persen dari Rp 14 triliun pada periode yang sama pada 2011.

Selain itu, laba bersih pada 2012 juga meningkat 33 persen yakni, mencapai Rp 5,8 triliun dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 4,4 triliun. Demikian pula dengan laba bersih meningkat menjadi Rp 4,7 triliun dari Rp 3,6 triliun pada 2011.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Maman: Masalah UMKM Bukan Modal, tetapi Pasar Domestik

Maman: Masalah UMKM Bukan Modal, tetapi Pasar Domestik

EKONOMI
Menkeu Purbaya: 80 Persen Arah Ekonomi RI Ditentukan Pasar Domestik

Menkeu Purbaya: 80 Persen Arah Ekonomi RI Ditentukan Pasar Domestik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon