ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Maman: Masalah UMKM Bukan Modal, tetapi Pasar Domestik

Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:36 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman (Kementerian UMKM/Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menilai stagnasi pertumbuhan UMKM bukan disebabkan keterbatasan pembiayaan, melainkan kondisi pasar domestik yang dinilai tidak sehat.

Menurut dia, akses pembiayaan dan dukungan produksi dalam dua dekade terakhir terus meningkat melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), pelatihan, hingga fasilitas produksi. Namun, pertumbuhan UMKM belum menunjukkan akselerasi signifikan.

“Problem hari ini bukan di akses produksi atau pembiayaan. Itu sudah naik, sudah di-support pemerintah, bank, kampus, dan swasta, teapi kenapa pertumbuhan UMKM masih landai? Karena masalahnya ada di pasar,” ujar Maman dalam temu media di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ia memaparkan sejak KUR diluncurkan pada 2007, total kredit perbankan mencapai Rp 8.149 triliun. Dari jumlah tersebut, kredit untuk UMKM sebesar Rp 1.580 triliun atau 19,4%, sedangkan kredit non-UMKM mencapai Rp 6.569 triliun atau 80,6%.

Untuk 2025, realisasi penyaluran KUR tercatat Rp 270 triliun kepada 4,58 juta debitur. Rinciannya, 2,75 juta merupakan debitur baru dan 1,54 juta debitur telah naik kelas (graduasi).

Meski penyaluran kredit meningkat, Maman menyoroti pasar domestik yang disebutnya “kotor” akibat maraknya barang impor murah, termasuk yang masuk secara ilegal.

Ia mencontohkan praktik under invoicing yang memperlihatkan perbedaan signifikan antara data ekspor negara mitra dan data impor Indonesia.

“Misalkan impor kita tercatat 100, dari China catatan ekspornya 900. Artinya ada 800 barang yang tidak tercatat, membanjiri pasar kita,” tuturnya.

Maman menegaskan persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada penerimaan negara, tetapi juga menjadi masalah sosial karena produk UMKM tersisih di pasar sendiri.

“Kita seperti masuk lingkaran setan, saling menyalahkan kementerian atau program KUR. Padahal kuncinya ada di pasar domestik yang harus disterilisasi,” tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dari Nasi Uduk ke Kopi Kekinian, Siti Bangkit Berkat UMiMAX Pertamina

Dari Nasi Uduk ke Kopi Kekinian, Siti Bangkit Berkat UMiMAX Pertamina

EKONOMI
TNI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi Se-Indonesia

TNI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi Se-Indonesia

NASIONAL
Sudah ke Jakarta Fair? Yuk Dukung UMKM Lokal di Bright Store by Pertamina

Sudah ke Jakarta Fair? Yuk Dukung UMKM Lokal di Bright Store by Pertamina

EKONOMI
Tak Sekadar Hiburan, Nobar Piala Dunia Dinilai Bawa Dampak Ekonomi

Tak Sekadar Hiburan, Nobar Piala Dunia Dinilai Bawa Dampak Ekonomi

NASIONAL
BSN Targetkan Sertifikasi 1.050 Produk UMKM Per Tahun

BSN Targetkan Sertifikasi 1.050 Produk UMKM Per Tahun

EKONOMI
Revisi UU P2SK Bisa Bantu UMKM Hapus Kredit Macet

Revisi UU P2SK Bisa Bantu UMKM Hapus Kredit Macet

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon