ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bappenas Gandeng PII Susun Master Plan 40 Kota di Indonesia

Jumat, 20 Januari 2023 | 19:24 WIB
FA
FH
Penulis: Fuad Iqbal Abdullah | Editor: FER
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat menghadiri pembukaan Rapimnas Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tahun 2023 di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (20/1/2023).
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat menghadiri pembukaan Rapimnas Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tahun 2023 di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (20/1/2023). (Beritasatu Photo/Fuad Iqbal)

Balikpapan, Beritasatu.com - Merasa kesal dengan konsep pembangunan kota-kota di Indonesia yang dinilai tidak memiliki master plan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa meminta 62.000 insinyur yang tergabung dalam Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk ikut menyusun master plan 40 kota di Indonesia.

Hal itu disampaikan Suharso Monoarfa saat menghadiri pembukaan Rapimnas Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tahun 2023 di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (20/1/2023). Suharso menantang seluruh anggota dari PII untuk ikut memperbaiki master plan pembangunan kota.

"Saya ingin menantang atau men-challenge anggota PII. Coba mari kita men-trace gitu, kita lihat untuk generasi pertama ini saya ingin menyiapkan master plan 40 kota di Indonesia. Kita bantu supervisi pembangunannya, master plan-nya, sehingga bisa sesuai dengan perkembangan jumlah penduduk di Indonesia," kata Suharso Monoarfa.

ADVERTISEMENT

Menurut Suharso, rencana untuk melakukan supervisi pembangunan 40 kota di Indonesia ini, merupakan upaya pemerintah untuk menanggulangi perkembangan jumlah penduduk yang kian pesat hingga tahun 2060 mendatang.

Pasalnya, dengan jumlah penduduk yang bertambah semakin pesat, maka diperlukan master plan pembangunan agar kota-kota di Indonesia bisa dibangun dengan menyesuaikan pertambahan jumlah penduduk.

"Nah, dengan prediksi penambahan jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai lebih dari 300 juta, maka diperlukan master plan pembangunan yang sesuai, termasuk penyiapan rumah layak huni, gedung-gedung bertingkat, sanitasi, dan lain sebagainya," imbuhnya.

Sharso menerangkan, pembangunan kota-kota besar di Indonesia ini, termasuk DKI Jakarta misalnya, sebagian besar dikembangkan oleh pihak swasta, sedangkan campur tangan pemerintah itu sangat sedikit.

"Sepanjang sejarah Indonesia, hanya pembangunan IKN Nusantara saja, yang benar-benar disusun master plan-nya oleh pemerintah. Kita ambil contoh DKI Jakarta saja misalnya. Pembangunan gedung-gedung tinggi dan bertingkat mayoritas itu bangun oleh pihak swasta, sehingga tata letaknya menjadi tidak jelas. Sejauh ini, baru pembangunan IKN Nusantara yang dibangun berdasarkan master plan oleh pemerintah," ungkapnya.

Suharso mengajak kepada para insinyur Indonesia yan tergabung dalam PII, untuk bekerja sama menyusun perbaikan master plan di 40 kota di Indonesia.

"Nah, saya ingin mengajak para insinyur di PII, ayo kalau mau kita join lagi, kerja sama, kita ambil 40 kota ini ramai-ramai, 5 kota siapa 5 kota siapa, cepat-cepat kita susun master plannya, nah itu, konkret saja kalau dari saya," tegasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI Catat Kewajiban Neto PII Naik Capai US$ 262,9 Miliar

BI Catat Kewajiban Neto PII Naik Capai US$ 262,9 Miliar

EKONOMI
Tsunami Barang Impor Bisa Matikan Industri Lokal

Tsunami Barang Impor Bisa Matikan Industri Lokal

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon