ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sri Mulyani: Investigasi 69 PNS Kemekeu Tuntas Pekan Depan

Sabtu, 11 Maret 2023 | 20:22 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Menko Polhukam Mahfud MD dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 11 Maret 2023.
Menko Polhukam Mahfud MD dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 11 Maret 2023. (YT Kemenkeu)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menyelesaikan pemeriksaan terhadap 69 pegawai yang terindikasi memiliki harta kekayaan tidak wajar pada pekan depan.

Menurut Sri Mulyani, pemeriksaan dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu dengan menentukan kesesuaian antara nilai harta dan penghasilan 69 pegawai Kemenkeu tersebut.

"Semakin cepat diidentifikasi dan terbukti akan semakin mudah buat kia melakukan hukuman disiplin. Sampai dengan minggu depan. Kami akan selesaikan seluruh investigasi tambahan hingga pekan depan. Investigasi dilakukan terhadap semua pegawai yang masuk dalam profil risiko tinggi maupun menengah," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Sabtu (11/3/2023).

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani menjelaskan, Kemenkeu telah melakukan investigasi selama satu pekan. Investigasi dilakukan terhadap 69 pegawai Kemenkeu yang memiliki harta dalam kategori risiko tinggi dan risiko menengah.

Itjen Kemenkeu melakukan identifikasi. 69 pegawai tersebut akan diperiksa berdasarkan Laporan Harta Kekayaan (LHK) tahun 2019 pelaporan tahun 2020 dan LHK tahun 2020 pelaporan tahun 2021.

"Informasi dari kami, 29 untuk risiko tinggi dan 68 pegawai yang risiko menengah. Sudah seminggu ini dipanggil dan memperdalam semua yang masuk ke risiko tinggi dan menengah. Risiko rendah bukannya tidak kita perhatikan tapi sekarang ini resource-nya sedang fokus kejar-kejaran dengan waktu," tandas Sri Mulyani.

Itjen Kemenkeu menerima pengaduan melalui Whistleblowing System, pada tahun 2017 menerima 510 pengaduan dengan tindak lanjut 66 pegawai terkena hukuman disiplin menyangkut fraud. Tahun 2018 menerima 482 pengaduan dengan tindak lanjut 118 hukuman disiplin fraud.

Selanjutnya, tahun 2019 menerima 445 pengaduan dengan tindak lanjut 83 hukuman disiplin fraud. Tahun 2020 menerima 446 pengaduan dengan tindak lanjut 71 hukuman disiplin fraud. Tahun 2021 menerima 599 pengaduan dengan tindak lanjut 114 hukuman disiplin fraud. Tahun 2022 menerima 805 pengaduan dengan tindak lanjut 98 hukuman disiplin fraud.

Sri Mulyani menegaskan, dalam pemeriksaan tetap menggunakan asas praduga tidak bersalah sebab harus dijalankan sesuai regulasi. Namun dalam pelaksanaan pemeriksaan Kemenkeu menerapkan asas kepatutan dan kepantasan. "Kami dari Kemenkeu minta seluruh jajaran untuk memperhatikan asas kepatutan dan kepantasan," tutur Sri Mulyani.

Secara terpisah, Inspektur Jenderal Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh mengatakan, dari hasil audit investigasi akan ada hasil rekomendasi terhadap hukuman disiplin kepala pegawai. Apabila dalam audit investigasi ditemukan indikasi tindak pidana, maka akan dilimpahkan ke aparat penegak hukum.

"Itjen kemenkeu dalam melakukan profiling, pemeriksaan dan audit investigasi selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), aparat penegak hukum seperti KPK(Komisi Pemberantasan Korupsi), kepolisian dan kejaksaan serta pihak terkait lainnya," kata Awan.

Dia mengatakan penentuan profil risiko pegawai di Kemenkeu dilakukan berdasarkan sejumlah parameter yaitu pengaduan dan valid; informasi transaksi keuangan mencurigakan, informasi lain (media atau medsos); pelanggaran integritas ; serta adanya ketidakwajaran dalam pelaporan harta kekayaan. 

"Pegawai dengan risiko tinggi diberi warna merah," imbuh Awan.



Menurut Awan, 

Itjen Kemenkeu melakukan pemanggilan pegawai dengan profil risiko tinggi untuk klarifikasi. "Kegiatan pemanggilan dapat dilanjutkan sampai dengan audit investigasi apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau fraud," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

NASIONAL
Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

EKONOMI
6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

INTERNASIONAL
15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

INTERNASIONAL
Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

NASIONAL
Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon