ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sempat Was-was karena Deutsche Bank, Wall Street Ditutup Menguat

Sabtu, 25 Maret 2023 | 06:19 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (AFP/David Dee Delgado)

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street naik pada Jumat (24/3/2023) setelah sesi perdagangan bergejolak. Meski awal sesi dilanda kekhawatiran bahwa krisis perbankan akan meluas ke Deutsche Bank, pasar pulih mengakhiri akhir minggu ini dengan catatan positif.

Dow Jones Industrial Average naik 132,28 poin, atau 0,41%, jadi 32.237,53, S&P 500 naik 0,56%, sedangkan Nasdaq Composite
naik 0,3%. Semua indeks utama mencatat tren positif secara mingguan dengan Dow Jones naik 0,4% minggu ini. Adapun S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,4% dan 1,6%.

Salah satu faktor yang membantu pasar adalah bangkitnya kembali saham-saham bank regional. Sektor ini menguat pada Jumat, dengan SPDR S&P Regional Banking ETF naik 3,01%.

ADVERTISEMENT

Aksi jual Deutsche Bank yang terdaftar di bursa AS pada Jumat pagi memberikan tekanan pada pasar dan indeks utama, sebelum saham bank regional pulih. Deutsche Bank ditutup melemah 3,11% pada Jumat, rebound dari penurunan 7% di awal sesi.

Saham Deutsche Bank diperdagangkan dari level terburuknya di sesi ini, yang menyebabkan indeks utama AS juga memangkas kerugian.

"Saya pikir pasar secara keseluruhan tidak takut atau optimistis, ini hanya membingungkan," kata Presiden Sanders Morris Harris George Ball dikutip CNBC International.

Aksi jual saham dipicu setelah credit default swap pemberi pinjaman Jerman melonjak, tetapi tanpa katalis yang jelas. Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran atas kesehatan industri perbankan Eropa.

Awal bulan ini, regulator Swiss memaksa UBS mengakuisisi saingannya Credit Suisse.

Adapun Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Christine Lagarde mencova meredakan kekhawatiran. Dia  mengatakan bank-bank Uni Eropa tangguh dengan posisi modal dan likuiditas kuat. Lagarde mengatakan ECB dapat menyediakan likuiditas jika diperlukan.

Investor juga terus memantau langkah kebijakan terbaru Fed yang diumumkan minggu ini. The Fed menaikkan suku bunga seperempat poin. Fed juga mengisyaratkan kampanye kenaikan suku bunga akan segera berakhir.

Ketua Fed Jerome Powell mencatat kondisi kredit semakin ketat sehingga berpotensi memberikan tekanan pada perekonomian.

Menteri Keuangan Janet Yellen Kamis (23/3/2023) mengatakan regulator siap mengambil tindakan jika diperlukan untuk menstabilkan bank-bank AS. Komentarnya untuk meningkatkan kepercayaan sistem perbankan AS setelah penutupan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon