Gagal Panen, Harga Cabai Rawit Merah Melambung
Senin, 25 Maret 2013 | 10:18 WIB
Jakarta - Hujan yang terus mengguyur di bulan Maret, membuat para petani cabai rawit merah di beberapa kota sentra produksi seperti Banyuwangi, dan Rembang mengalami gagal panen. Akibatnya, harga cabai rawit merah mulai merangkak naik, karena pasokan yang mulai menipis. Bahkan, para pedagang mengaku kesulitan mendapat pasokan cabai rawit merah.
Berdasar pantauan SP di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (25/3) pagi, harga cabai rawit dari yang semula Rp 37.000 per kilogram mulai dipatok Rp 41.000 per kilogram hingga Rp 50.000 per kilogram untuk kualitas terbaik.
"Harganya sekarang Rp 50.000 per kilogram, naik semalam dari sebelumnya Rp 41.000. Memang lagi kosong barangnya," kata salah seorang pedagang bernama Rusmin (35).
Rusmin yang sudah 15 tahun berjualan cabai mengatakan banyaknya petani yang gagal panen mengakibatkan pasokan berkurang dan harga melambung. Untuk mencegah kerugian yang semakin parah, beberapa petani harus rela memetik cabai rawit hijau yang masih muda.
"Biar enggak rugi terlalu banyak, para petani sekarang memetik cabai rawit hijau yang muda. Para pedagang yang sekarang harus jeli memilih sebelum dijual lagi," katanya.
Asisten Manajer Unit Pasar Besar Induk Kramat Jati bidang Usaha, Sugiyono mengatakan, berdasarkan data yang dihimpunnya, harga cabai rawit merah merangkak naik dari sebelumnya Rp 37.000, sekarang mencapai Rp 41.000. Hal ini terjadi karena pasokan dari yang semula mencapai ratusan ton, tinggal 11 ton.
"Itu untuk konsumen se-Jabodetabek," katanya.
Sementara itu, untuk harga cabai jenis lainnya, Sugiyono mengatakan masih dalam taraf normal. Cabai merah keriting berkisar pada harga Rp 15.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 12.000 per kilogram, dan cabai besar Rp 11.000 per kilogram.
Selain cabai rawit hijau, harga bawang merah juga mengalami kenaikan, yakni sekitar Rp 45.000 hingga Rp 47.000. Padahal, beberapa waktu lalu, harganya yang sempat mencapai Rp 50.000 per kilogram, turun pada harga Rp 30.000 per kilogram. Hal ini menurut Sugiyono karena bawang merah impor yang dipasok untuk menstabilkan harga ternyata kurang diminati pembeli.
"Pasokannya rendah, karena bawang merah impor kurang diminati. Kemasan dan warna mungkin lebih baik dari yang lokal, tapi konsumen lebih suka rasa bawang merah lokal," jelas Sugiyono.
Untuk harga bawang putih, kata Sugiyono, pasokan yang cukup membuar harga sudah normal kembali, yakni berkisar pada harga Rp 24.000 hingga Rp 26.000 per kilogram.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




