ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inflasi April di Periode Lebaran Diramal Naik 0,35%, Ini Pemicunya

Sabtu, 29 April 2023 | 05:01 WIB
GS
WP
Penulis: Grace Eldora Sinaga | Editor: WBP
Pedagang melayani pembeli di pasar tradisonal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Pedagang melayani pembeli di pasar tradisonal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.comInflasi di periode Lebaran atau April 2023 diprediksi akan mencapai 0,35% secara month on month (MoM) atau naik dari 0,18% pada Maret 2023.

"Hal ini terutama disebabkan kenaikan tarif jasa angkutan penumpang dan harga hotel, serta restoran, yang terkait dengan kegiatan mudik," kata Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman dikutip Investor Daily diterima di Jakarta, Jumat (28/4/2024).

Meski di tengah Ramadan dan Lebaran, inflasi bahan pangan terlihat mereda karena kedua momentum yang meningkatkan permintaan masyarakat tersebut bertepatan dengan puncak musim panen. "Pasokan pangan telah mencukupi, sehingga kenaikan harga pangan menjadi sangat terbatas," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Mempertimbangkan 4 bulan pertama tahun ini, inflasi year to date (YTD) diperkirakan mencapai 1,03% atau lebih rendah dari 2,15% pada periode Januari-April 2022. "Kami perkirakan inflasi tahunan akan terus menurun, masih karena high base effect di tahun lalu," tambah Faisal.

Secara tahunan, tingkat inflasi di April 2023 diperkirakan mencapai 4,35% atau melemah dari 4,97% pada Maret 2023. "Namun, hal ini lebih dipengaruhi oleh inflasi yang tinggi pada April 2022 di tengah pelonggaran aturan pembatasan Covid-19 selama Ramadan, kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN), dan penyesuaian harga (bahan bakar minyak) BBM Pertamax," katanya.

Inflasi inti diperkirakan akan terus melemah dari 2,94% secara year on year (YoY) di Maret 2023 menjadi 2,82% secara YoY di April 2023.

Dampak putaran kedua dari penyesuaian harga BBM bersubsidi pada September 2022 diperkirakan akan menurun lebih cepat dari perkiraan.

Inflasi tahunan juga diprediksi akan kembali ke kisaran target sebesar 2% sampai 4% pada akhir semester I 2023, atau lebih cepat dari perkiraan sebelumnya yakni pada semester II 2023.

"Dampak putaran kedua dari kenaikan harga BBM bersubsidi pada tahun lalu terlihat akan hilang sama sekali pada paruh kedua 2023. Kami tetap mempertahankan perkiraan inflasi kami di sekitar 3,60% pada akhir 2023," katanya.

Berita ini juga sudah tayang di Investor.id dengan judul: Ekonom Perkirakan Inflasi Mencapai 0,35% pada April 2023



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon