ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Waspadai Rambatan Pelemahan Ekonomi Global

Kamis, 8 Juni 2023 | 16:51 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Kamis, 8 Juni 2023.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Kamis, 8 Juni 2023. (Beritasatu.com/Arnoldus Kristianus)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah tetap mewaspadai terjadinya dampak pelemahan ekonomi global ke pertumbuhan ekonomi domestik.

Bank Dunia dalam Laporan Prospek Ekonomi Global memperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya akan mencapai 2,1% dan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya dapat mencapai 5,1% pada tahun 2023 ini.

"Ini harus diwaspadai dari sisi antisipasi kita karena menyangkut permintaan ekspor dan nanti pengaruhnya kepada suku bunga dari negara-negara maju. Jadi kita waspadai saja karena suasana dunia sedang tidak pasti," ucap Sri Mulyani usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Kamis (8/6/2023).

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani mengatakan proyeksi dari beberapa lembaga internasional memang menunjukan bahwa akan terjadi pelemahan ekonomi global pada tahun 2023 dan berlanjut di tahun 2024.

"Pelemahan ekonomi akan terjadi di semester II meskipun mungkin berita baiknya gak masuk resesi tapi lemah. Artinya mendekati 0, growthnya direvisi ke bawah semua untuk 2023. Nampaknya berita yang harus kita waspadai pelemahannya akan berlanjut di 2024," ucapnya.

Di sisi lain, Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat proyeksi yang dikeluarkan oleh Bank Dunia ini menjadi peringatan dini atau early warning bagi pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari proyeksi tersebut.

Oleh karena itu, lanjut Yusuf, pemerintah harus memastikan pertumbuhan ekonomi khususnya pada kuartal II 2023 bisa tumbuh lebih tinggi di atas 5% atau bahkan mungkin mencapai 5,5%.

"Kuartal kedua menjadi penting sekali karena ada momentum lebaran dan Idul Fitri yang pada umumnya itu mendorong terjadinya pada perekonomian sehingga secara keseluruhan berdampak positif pada terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2023,"  tandasnya.

Yusuf mengatakan, melihat pertumbuhan ekonomi kuartal II 2023 baru pemerintah dapat mengambil kebijakan yang bisa mempertahankan ekspektasi target pertumbuhan ekonomi. Apalagi dalam proyeksi Bank Dunia, kondisi ekonomi global di tahun ini akan tumbuh lebih lambat.

"Dengan kondisi ini tentu pemerintah tidak bisa mengandalkan secara utuh atau maksimal pangsa pasar ekspor sebagai acuan pendorong pertumbuhan ekonomi," tutur Yusuf.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

NASIONAL
Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

EKONOMI
6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

INTERNASIONAL
15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

INTERNASIONAL
Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

NASIONAL
Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon