ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Sebut 3 Tantangan Perekonomian Global, Apa Saja?

Senin, 24 Juli 2023 | 13:45 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers APBN Kita Juni 2023, di Jakarta, Senin, 26 Juni 2023.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers APBN Kita Juni 2023, di Jakarta, Senin, 26 Juni 2023. (Beritasatu.com/Arnoldus Kristianus)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian global masih menghadapi tantangan isu geopolitik, volatilitas sektor keuangan, dan pelemahan sektor manufaktur. Jika dilihat lebih dalam indikator Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur masih mengalami kontraksi.

"Kondisi global memang menunjukan pelemahan yang makin terlihat dari sisi indikator PMI manufaktur," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Juli 2023, Senin (24/7/2023).

Berdasarkan kajian Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sebanyak 61,9% negara G20 dan ASEAN mengalami kontraksi dengan nilai PMI di bawah 50. Adapun negara-negara yang mengalami kontraksi PMI adalah Amerika Serikat (AS), Eropa, Jerman, Prancis, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, Italia, Brasil, Afrika Selatan, dan Singapura.

ADVERTISEMENT

"Pelemahan PMI negara-negara ini perlu kita waspadai, apakah ini kecenderungan melemah dan pada akhirnya mempengaruhi kinerja perekonomian global," tuturnya.

Sedangkan persentase negara dengan PMI ekspansi-melambat sebanyak 23,8% yang meliputi Tiongkok, Thailand, Filipina, India, dan Rusia.

Sementara itu, masih ada 14,3% yang termasuk dalam kelompok ekspansi-akselerasi. Dalam hal ini, indeks PMI yang termasuk dalam kelompok tersebut berada di atas 50. Adapun tiga negara yang termasuk dalam kelompok tersebut yaitu Indonesia, Turki, dan Meksiko.

"PMI Indonesia ekspansif akseleratif sebesar 52,5 pada Juni 2023 setelah sempat menurun mendekati 50. Artinya Indonesia terus bertahan pada posisi ekspansi, bahkan sekarang ekspansi akselerasi sementara sebagian besar negara-negara yang merupakan pelaku ekonomi dunia mengalami deselerasi atau kontraksi ini yang kita waspadai," katanya.

Sri Mulyani menambahkan, dari sisi domestik faktor permintaan dalam negeri masih terlihat optimisme yang cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari IKK (indeks keyakinan konsumen) sebesar 127,13 pada Juni 2023. Sedangkan mandiri spending index terjaga di 156,1 pada Juni 2023, angka ini sangat tinggi dibandingkan baseline yang sebesar 100.

"Inilah yang kita lihat memberikan keyakinan hingga kuartal II berbagai indikator Indonesia masih cukup positif. Namun tanda-tanda terjadinya rembesan dari pelemahan global mulai terlihat," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

NASIONAL
Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

EKONOMI
6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

INTERNASIONAL
15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

INTERNASIONAL
Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

NASIONAL
Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon