Wall Street Melemah Seiring Menguatnya Yield Surat Utang
Jumat, 28 Juli 2023 | 06:11 WIB
New York, Beritasatu.com - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (27/7/2023). Ketiga indeks acuan kompak turun, sementara yield surat utang menguat.
Setelah 13 hari menguat, Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 237,40 poin, atau 0,67%, menjadi 35.282,72. Kenaikan yield surat utang Treasury 10 tahun yang kembali di atas 4% membuat investor berpindah ke pasar uang.
Sementara itu, S&P 500 turun 0,64% menjadi 4.537,41. Di sisi lain, Nasdaq Composite tergelincir 0,55% menjadi 14.050,11 karena para investor mengambil keuntungan dari saham-saham teknologi utama seperti Microsoft dan Apple.
Rentetan kenaikan Dow didorong oleh tanda-tanda bahwa ekonomi akan menghindari resesi, data inflasi yang menurun, dan kinerja keuangan perusahaan yang tangguh. Wall Street mendapatkan bukti lebih lanjut tentang semua hal tersebut pada hari Kamis.
Saham Meta Platforms melonjak 4,4% berkat hasil yang lebih baik dari yang diharapkan dan panduan yang kuat. Angka-angka perusahaan ini diperkuat oleh pemulihan pendapatan iklan. Selain itu, laporan terbaru tentang produk domestik bruto pada hari Kamis menunjukkan kenaikan sebesar 2,4% pada kuartal kedua, yang lebih baik dari perkiraan kenaikan sebesar 2% dari para ahli ekonomi yang disurvei oleh Dow Jones.
Laporan PDB juga menunjukkan tekanan harga yang mengendur, dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi naik sebesar 2,6% pada kuartal kedua. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan kenaikan sebesar 3,2% dari para ahli ekonomi, dan juga lebih rendah dari kenaikan sebesar 4,1% pada kuartal sebelumnya.
Indeks Dow terus naik pada minggu ini bahkan setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga menjadi yang tertinggi dalam 22 tahun pada hari Rabu. Para investor menyikapi kenaikan suku bunga dengan tenang karena Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan setelah keputusan tersebut bahwa bank sentral bisa menaikkan suku bunga lagi atau mempertahankan pada tingkat ini tergantung pada data. Bank sentral akan kembali mengadakan pertemuan pada bulan September dan pelaku pasar berharap data-data mendatang akan membuat Federal Reserve untuk mundur.
Momentum kenaikan Dow akhirnya hilang pada hari Kamis. Saham Honeywell, turun lebih dari 5% setelah tidak berhasil mencatat hasil triwulanan yang lebih baik dari yang diharapkan dengan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan para analis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




