ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Dorong Transaksi Lewat E-Katalog hingga Rp 500 Triliun

Kamis, 3 Agustus 2023 | 17:10 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam Business Matching Tahap IV dan Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) 2023, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Kamis, 3 Agustus 2023. 
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam Business Matching Tahap IV dan Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) 2023, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Kamis, 3 Agustus 2023.  (Beritasatu.com/Arnoldus Kristianus)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendorong pemerintah pusat dan daerah melaksanakan pengadaan barang dan jasa untuk menyerap produk dalam negeri.

Selain itu, Sri Mulyani juga mendorong transaksi belanja produk dalam negeri melalui e-katalog untuk meningkatkan peran serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Saya berharap pengadaan barang dan jasa betul-betul bisa memacu penggunaan produk dalam negeri. Kami juga mendukung penggunaan produk lokal dengan terus memperkuat daya saing, kualitas, dan harga," ucap Sri Mulyani dalam Business Matching Tahap IV dan Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) 2023 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Kamis (3/8/2023).

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah berupaya mendorong peningkatan realisasi belanja produk UMKM minimal senilai Rp 250 triliun. Dukungan terhadap sektor UMKM diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dukungan-dukungan ini pasti sangat berarti karena banyak UMKM di Indonesia yang masih harus bangkit sesudah 3 tahun terdampak pandemi," jelasnya.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah terus mendorong transaksi melalui e-katalog yang diharapkan dapat mencapai nilai transaksi senilai Rp 500 triliun.

Transaksi melalui e-katalog diharapkan memberikan informasi yang jelas tentang produk-produk yang tersedia dan memudahkan akses pemangku kepentingan dalam mendapatkan produk-produk tersebut.

"Transaksi melalui e-katalog juga menjadi salah satu cara dalam meningkatkan partisipasi UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah serta badan usaha, yang diharapkan nilai transaksinya mencapai Rp 500 triliun," tandas Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan, penggunaan APBN untuk penyerapan produk dalam negeri dapat mendorong geliat industri di tanah air. Dia mencontohkan, Korea Selatan, Taiwan, Tiongkok dan Jepang yang menggunakan APBN untuk meningkatkan geliat industri lokal.

"Kalau Indonesia ingin menjadi negara maju, dan bebas dari perangkap kelas menengah, kita perlu konsisten dalam menggunakan instrumen termasuk keuangan negara untuk betul-betul memberdayakan produk dalam negeri," pungkas Sri Mulyani.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

NASIONAL
Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

EKONOMI
6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

INTERNASIONAL
15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

INTERNASIONAL
Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

NASIONAL
Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon