ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Harus Bangun 12,72 Juta Rumah untuk Milenial dan Gen Z

Selasa, 22 Agustus 2023 | 19:32 WIB
JS
PL
FB
Ilustrasi rumah tapak.
Ilustrasi rumah tapak. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah harus membangun 12,72 juta rumah hunian untuk memenuhi kebutuhan rumah seluruh generasi muda di Indonesia. Dibutuhkan US$ 200 miliar dolar selama 10 tahun ke depan untuk membangun sustainable building atau bangunan ramah lingkungan.

Secara garis besar, bangunan hijau fokus pada meminimalisir dampak terhadap lingkungan. Di antaranya dengan menggunakan lebih sedikit air, tenaga, serta menggunakan energi baru terbarukan. Laporan International Finance Corporation (IFC) melaporkan kawasan Asia Pasifik Timur dan Asia Selatan akan membutuhkan sekitar $17,8 triliun investasi untuk bangunan hijau. Adapun setengah dari total penduduk perkotaan dunia akan tinggal di kawasan ini pada tahun 2030.

"Kami memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar US$ 200 miliar selama 10 tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan investasi untuk bangunan berkelanjutan," ucap Sri Mulyani di kegiatan ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) di Jakarta, sebagaimana dikutip dari The Jakarta Globe, Selasa (22/8/2023).

ADVERTISEMENT

Adapun sektor bangunan dan konstruksi menyumbang sekitar 36% dari total konsumsi energi dunia pada tahun 2020. Sektor ini juga berkontribusi 37% emisi karbon. Bangunan perumahan juga menyumbang 17% emisi karbon. Di saat yang sama, Indonesia kekurangan rumah atau mengalami backlog perumahan yang tinggi. Data menunjukan backlog perumahan RI mencapai sekitar 12,71 juta rumah. Kebutuhan perumahan ini akan tumbuh mengingat besarnya populasi anak muda di Indonesia.

Untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan rumah sekaligus menjaga lingkungan, Sri Mulyani mendorong masyarakat untuk memilih green mortgage atau menyicil rumah yang dibangun berdasarkan prinsip hijau melalui bank yang bekerja sama dengan pengembang rumah yang membangun hunian dengan prinsip ramah lingkungan dan efisiensi energi.

"Indonesia darurat hunian rumah terjangkau, yang kini menimbulkan kebutuhan 12,72 juta rumah. Pemerintah mendorong masyarakat untuk membeli rumah dengan prinsip cicilan hijau, yaitu rumah yang dibangun menggunakan standar efisiensi energi," ungkap Sri Mulyani.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gen Z dan Milenial Nilai Properti Bukan Investasi

Gen Z dan Milenial Nilai Properti Bukan Investasi

EKONOMI
Dahulu Berjaya di Bajaj Bajuri, Kini Rumah Fanny Fadillah Disita Bank

Dahulu Berjaya di Bajaj Bajuri, Kini Rumah Fanny Fadillah Disita Bank

LIFESTYLE
Jakarta Pusat Jadi Kawasan dengan Angka Tertinggi Tanpa Rumah Pribadi

Jakarta Pusat Jadi Kawasan dengan Angka Tertinggi Tanpa Rumah Pribadi

JAKARTA
Kuota KPR FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah, Apersi Diminta Gaspol

Kuota KPR FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah, Apersi Diminta Gaspol

NASIONAL
Insentif PPN Rumah Rp 2 Miliar Diperpanjang hingga 2026

Insentif PPN Rumah Rp 2 Miliar Diperpanjang hingga 2026

EKONOMI
Sebanyak 6 Juta Keluarga Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Sebanyak 6 Juta Keluarga Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon