Dibayangi Bunga Fed, Imbal Hasil SUN Diproyeksi Masih Tetap Tinggi
Senin, 4 September 2023 | 13:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) pekan ini diproyeksikan masih tinggi, imbas langkah spekulatif pasar menjelang rapat bank sentral AS, The Fed yang diperkirakan menahan suku bunga dalam waktu dekat.
Analyst Fixed Income Ahmad Nasrudin menjelaskan, pergerakan yield SUN pekan ini diperkirakan belum turun lantaran aktivitas spekulatif yang meningkat di pasar menjelang rapat The Fed. "Pasar mulai berspekulasi tentang hasil rapat dan mem-price inlangkah The Fed berikutnya," kata dia kepada Investor Daily, Minggu (3/9/2023).
Langkah pengetatan lanjutan atau mempertahankan suku bunga dalam waktu yang lebih lama bisa berdampak negatif ke pasar dalam negeri mengingat spread (selisih) suku bunga dalam negeri dengan bunga AS berada pada level tersempit sepanjang sejarah.
Apalagi, kata Ahmad, rupiah juga berada dalam tekanan setelah surplus neraca dagang mulai menurun. Situasi ini memungkinkan asing relatif menghindari pasar dalam negeri dalam waktu dekat, kecuali investor jangka panjang, sehingga, pasar obligasi pekan ini lebih volatil. "Saya memperkirakan yield 10 akan bergerak di kisaran 6,1% hingga 6,5%," ujar dia.
Selain global, ada beberapa rilis data ekonomi domestik yang berpotensi pengaruhi kinerja pasar SUN, di antaranya cadangan devisa Agustus. Pasar akan mencermati seberapa kuat cadangan devisa domestik di tengah tekanan rupiah dalam beberapa minggu terakhir.
Selain itu, data survei konsumen yang mencerminkan kinerja sektor riil dan pertumbuhan ekonomi yang berimplikasi pada prospek pasar saham. Pasar saham kata dia, dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi buffer ketika asing melepas kepemilikan di pasar SUN.
Sementara itu, pada Selasa, 5 September 2023 mendatang, pemerintah akan melakukan lelang surat berharga syariah negara (SBSN). Sebanyak 7 seri masuk dalam lelang dengan target Rp 14 triliun dan maksimal Rp 21 triliun. Ahmad memproyeksikan, pasar masih antusias karena pasokan lelang yang mulai berkurang menjelang akhir tahun atau akhir siklus anggaran dan rencana pemerintah untuk mengurangi penerbitan, sehingga, lelang pekan ini masih oversubscribe.
Ahmad menjelaskan, oversubscribe akan didukung oleh permintaan domestik yang solid. Selain itu, SUN tetap menjadi pilihan di tengah ketidakpastian saat ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




