ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dow Jones Catat Lonjakan Tertinggi sejak Awal Agustus Ditopang IPO Arm

Jumat, 15 September 2023 | 05:36 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (AFP/Johannes Eisele)

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street menguat pada perdagangan Kamis (14/9/2023) termasuk Dow Jones Industrial Average yang mencatat lonjakan terbesar sejak awal Agustus karena para trader menyambut penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) Arm dan data ekonomi.

Dow Jones Industrial Average naik 331,58 poin atau 0,96% menjadi 34,907 setelah 2 hari tertekan. Indeks 30 saham unggulan ini ditutup di atas rata-rata pergerakan 50 hari untuk pertama kalinya sejak 1 September. Itu juga merupakan hari terbaik rata-rata saham bluechip sejak 7 Agustus.

S&P 500 naik 0,84% menjadi 4,505, sedangkan Nasdaq Composite bergerak menguat 0,81% menjadi 13.926.

ADVERTISEMENT

Saham Arm melonjak 24.7% setelah perusahaan cip itu memulai IPO pada Kamis. Investor berharap debu Arm di lantai bursa AS menjadi penawaran saham teknologi terbesar tahun ini di tengah sepinya pasar IPO di Wall Street. IPO Arm dibanderol US$ 51 per saham pada Rabu. Pada hari pertama, saham Arm ditutup pada US$ 63,59 per saham. "Kesuksesan IPO Arm membantu kepercayaan diri pasar," kata Kepala Strategi Pasar B Riley Financial, Art Hogan.

Selain itu, investor mencermati sejumlah laporan ekonomi yang menunjukkan inflasi inti lebih lemah. Indeks harga produsen (producer price index/PPI) Agustus menunjukkan PPI inti terkendali. PPI Inti, tidak termasuk pangan dan energi, meningkat 0,2%, sejalan ekonom yang disurvei Dow Jones. Namun, PPI utama naik 0,7%, lebih besar dari perkiraan 0,4%. Hal ini terjadi setelah indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) inti Agustus yang tidak termasuk makanan dan energi, sedikit di atas ekspektasi secara bulanan.

Sementara itu, penjualan ritel Agustus melonjak 0,6% dibandingkan 0,1% yang diperkirakan para ekonom.

Adapun Federal Reserve (the Fed) diperkirakan akan tetap menahan tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan September.

Sedangkan Bank Sentral Eropa (Eurepean Central Bank/ECB) pada Kamis menaikkan suku bunga seperempat poin persentase menjadi 4%. Namun, ECB mencatat inflasi mereda dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga akan segera berakhir.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI
Sentimen Perang Iran Tekan Kinerja Wall Street

Sentimen Perang Iran Tekan Kinerja Wall Street

EKONOMI
Wall Street Ditutup Melemah Imbas Gagalnya Perundingan Damai

Wall Street Ditutup Melemah Imbas Gagalnya Perundingan Damai

EKONOMI
Wall Street Melemah, Reli Nasdaq Terhenti Akibat Konflik AS Iran

Wall Street Melemah, Reli Nasdaq Terhenti Akibat Konflik AS Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon