ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Beras Naik Tinggi, Ikappi Minta Bulog Keluarkan Stok

Sabtu, 16 September 2023 | 16:19 WIB
MH
FH
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: FER
Pekerja tengah mengemas beras Bulog, di gudang Bulog Kalbar, Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah, Jumat, 14 April 2023.
Pekerja tengah mengemas beras Bulog, di gudang Bulog Kalbar, Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah, Jumat, 14 April 2023. (B Universe Photo/Andrie P Putra)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri meminta pemerintah segera menggelontorkan beras dari gudang Perum Bulog ke pasar.

Abdullah Mansuri bahkan mengatakan, kenaikan harga beras kali ini menjadi yang terburuk dalam sejarah.

"Kita berharap pemerintah bisa mendorong agar ada solusi kenaikan harga beras. Kami minta Bulog segera menggelontorkan stok berasnya ke pasar," kata Mansuri kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Sabtu (16/9/2023).

ADVERTISEMENT

Mansuri mejelaskan, beras dari gudang Perum Bulog diharapkan menjadi solusi untuk menekan harga beras yang sudah tinggi di pasaran. "Sehingga harga bisa tetap, paling tidak enggak naik lagi," kata Mansuri.

Menurut Mansuri, harga beras saat ini bisa tembus di angka Rp 15.000 per kilogram, atau mencetak rekor harga tertinggi sepanjang sejarah.

"Memang kondisi terburuk dalam sejarah. Belum pernah terjadi harga beras sampai Rp 13.000 per kilogram untuk beras medium dan harga Rp 15.000 per kilogram untuk beras premium, tetapi memang begini situasi kita," jelas Mansuri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan sidak ke Pasar Keranggot Kota Cilegon, pada Selasa (12/9/2023) siang mengatakan pemerintah akan menyalurkan beras subsidi untuk 21,3 juta keluarga dengan sistem pembagian 10 kilogram per keluarga. Kebijakan ini untuk mengatasi masih tingginya harga beras.

"Operasi pasar secara masif akan dilakukan Bulog dan Badan Pangan minggu ini. Semuanya akan diguyur beras secara masif. Maka dengan itu diharapkan harga beras mulai turun," kata Jokowi.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas, mengatakan pemerintah optimistis program bansos pangan dapat menstabilkan harga beras yang belakangan terus melambung. Adapun total bansos beras yang disalurkan pemerintah mencapai 640.000 ton. Jumlah itu termasuk dalam 1,6 juta ton stok yang ada di gudang Bulog.

Buwas menargetkan harga beras medium turun hingga Rp 11.000 per kilogram (kg). Pasalnya, berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras medium saat ini mencapai Rp 14.390 per kilogram. Meskipun demikian, dirinya menyebut penurunan harga beras tidak serta merta bisa langsung terjadi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Komitmen Jaga Petani Tetap Untung dan Harga Terjangkau

Pemerintah Komitmen Jaga Petani Tetap Untung dan Harga Terjangkau

EKONOMI
Mencari Solusi Mempertahankan Harga Beras SPHP

Mencari Solusi Mempertahankan Harga Beras SPHP

EKONOMI
Stok Beras Tembus 5 Juta Ton Bukti Kerja Keras Pemerintahan Prabowo

Stok Beras Tembus 5 Juta Ton Bukti Kerja Keras Pemerintahan Prabowo

EKONOMI
Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

EKONOMI
Bapanas Genjot SPHP 828.000 Ton untuk Jaga Harga Beras Tetap Stabil

Bapanas Genjot SPHP 828.000 Ton untuk Jaga Harga Beras Tetap Stabil

EKONOMI
Harga Beras hingga Minyak Goreng di NTB Terkendali Jelang Ramadan

Harga Beras hingga Minyak Goreng di NTB Terkendali Jelang Ramadan

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon