ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga CPO Tak Berdaya Sejalan Tertekannya Minyak Nabati

Selasa, 19 September 2023 | 06:24 WIB
IH
WP
Penulis: Indah Handayani | Editor: WBP
Ilustrasi kelapa sawit.
Ilustrasi kelapa sawit. (Antara/Rahmad)

Jakarta, Beritasatu.comHarga CPO atau minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) ambruk atau tak berdaya pada perdagangan Senin (18/9/2023) sejalan pelemahan harga minyak nabati, seperti minyak kedelai dan minyak rapeseed.

Berdasarkan data BM, kontrak berjangka crude palm oil Oktober 2023 turun 51 ringgit Malaysia per ton menjadi 3.678 ringgit Malaysia per ton, kontrak November terkoreksi 70 ringgit Malaysia menjadi 3.715 ringgit Malaysia per ton, kontrak Desember 2023 melemah 81 ringgit Malaysia menjadi 3.749 ringgit Malaysia per ton, dan kontrak Januari 2024 berkurang 81 ringgit Malaysia menjadi 3.790 ringgit Malaysia per ton.

Dikutip Investor Daily, kontrak berjangka CPO Februari 2024 turun 80 ringgit Malaysia menjadi 3.830 ringgit Malaysia per ton, dan Maret 2024 jatuh 73 ringgit Malaysia menjadi 3.861 ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan pelemahan harga CPO terjadi di tengah aksi jual minyak sawit berjangka, minyak kedelai, dan minyak rapeseed Tiongkok. Hal ini diperburuk dengan tekanan jual baru pada minyak kedelai berjangka di Chicago Board of Trade (CB0T) pada perdagangan Asia.

Anilkumar mengatakan konfirmasi melemahnya kinerja ekspor minyak sawit Malaysia pada paruh pertama September telah menambah dampak bearish (melemah). "Ekspor yang rendah dan bulan-bulan produksi tinggi secara musiman, berisiko pada persediaan minyak sawit Malaysia sehingga naik sekitar 2,3-2,4 juta ton," ungkap Anilkumar dikutip Bernama.

Sementara Intertek Testing Services memperkirakan ekspor minyak sawit Malaysia mencapai 580.893 ton selama periode 1-15 September, turun sebesar 11,78% dibandingkan periode 1-15 Agustus.

Sedangkan, pedagang minyak sawit David Ng mengatakan CPO akan berakhir lebih rendah pada hari ini, mengikuti pelemahan di Dalian Commodity Exchange dan minyak kedelai CBoT. "Ekspektasi peningkatan produksi juga akan membebani harga CPO dalam waktu dekat. Kami melihat support di 3.650 ringgit Malaysia dan resistance di 3.900 ringgit Malaysia," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Komoditas Naik, Penerimaan Negara Ikut Terdongkrak

Harga Komoditas Naik, Penerimaan Negara Ikut Terdongkrak

EKONOMI
Ekspor CPO Naik 26,4 Persen Berkat Hilirisasi

Ekspor CPO Naik 26,4 Persen Berkat Hilirisasi

EKONOMI
Permintaan CPO di Dalam Negeri Terus Naik meski Harga Fluktuatif

Permintaan CPO di Dalam Negeri Terus Naik meski Harga Fluktuatif

EKONOMI
Harga CPO Indonesia Awal Tahun Alami Penurunan

Harga CPO Indonesia Awal Tahun Alami Penurunan

EKONOMI
Harga CPO Naik Tipis Didorong Rencana Penerapan B50

Harga CPO Naik Tipis Didorong Rencana Penerapan B50

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon