Harga Komoditas Naik, Penerimaan Negara Ikut Terdongkrak
Kamis, 9 April 2026 | 23:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan adanya tambahan penerimaan negara dari sektor sumber daya alam (SDA) seiring kenaikan harga sejumlah komoditas global.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan lonjakan harga komoditas seperti batu bara, crude palm oil (CPO), nikel, dan tembaga secara otomatis meningkatkan penerimaan negara, meskipun tanpa adanya perubahan kebijakan.
“Tanpa ada perubahan kebijakan, penerimaan kita pasti akan meningkat,” ujar Febrio saat sesi doorstop di kantor Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kamis (9/4/2026).
Meski demikian, Febrio menegaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan kenaikan harga komoditas. Kemenkeu juga tengah mengkaji skema tambahan penerimaan untuk mengoptimalkan windfall dari sektor tersebut.
Pembahasan skema windfall saat ini dilakukan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sejumlah instrumen tengah dipertimbangkan, mulai dari penyesuaian royalti hingga penerapan bea keluar (BK) untuk berbagai komoditas mineral.
“Ada berbagai mineral yang sedang kita kaji. Bentuknya bisa beragam, seperti royalti maupun BK. Nanti akan kami finalkan sebelum diumumkan,” kata Febrio.
Khusus untuk penerapan bea keluar batu bara, Febrio menjelaskan kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan dinamika perdagangan internasional, baik dari sisi ekspor maupun impor, termasuk instrumen bea masuk.
Ia menambahkan, arah kebijakan kepabeanan dan cukai ke depan diyakini tetap sejalan dengan target dalam APBN 2026. Pemerintah berharap optimalisasi penerimaan dari sektor komoditas dapat terus menopang kinerja fiskal di tengah dinamika harga global.
Kemenkeu mencatat pendapatan negara mencapai Rp 574,9 triliun atau sekitar 18,2% dari target APBN hingga 31 Maret 2026, tumbuh 10,5% secara year on year.
Sementara itu, penerimaan dari kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp 67,9 triliun atau 20,2% dari target, tetapi mengalami kontraksi 12,6% secara year on year.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




