Visi Indonesia Emas 2045 Jadi Pilar Utama Keberlanjutan Ekonomi
Kamis, 12 Oktober 2023 | 02:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 menjadi pilar utama untuk mencapai keberlanjutan ekonomi Indonesia yang kokoh.
Pemerintah menetapkan target agar produk domestik bruto (PDB) mencapai nilai nominal sekitar US$ 9,8 triliun pada 2045. Target PDB per kapita diharapkan mencapai sekitar US$ 30.300, yang mencerminkan tekad untuk meningkatkan taraf hidup warga.
"Kami memprediksi bahwa dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dapat dipertahankan pada kisaran 5% hingga 5,5%, pendapatan per kapita pada 2024 bisa mencapai US$ 5,500, dibandingkan dengan US$ 4,700 saat ini, dan akan meningkat menjadi US$ 10,000," kata Airlangga Hartarto, di Jakarta, Rabu (11/10/2023).
Selain itu, Airlangga menjelaskan komitmen pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan yang maju, berdaulat, dan juga berkelanjutan. Untuk mencapai sasaran tersebut, diperlukan pendekatan yang transformatif dengan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 6% hingga 7%, yang akan didukung oleh stabilitas keuangan serta makroekonomi.
Transformasi ekonomi yang komprehensif juga menjadi fokus utama, termasuk di dalamnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan produktivitas, serta perbaikan tata kelola dalam institusi. Selain itu, potensi bonus demografi juga harus dioptimalkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Airlangga menambahkan, pemerintah terus mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dan berinovasi agar tetap relevan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan era digital. Selain itu, hilirisasi juga menjadi faktor kunci dalam upaya meningkatkan nilai tambah.
Untuk meningkatkan daya saing Indonesia, Airlangga menekankan bahwa Indonesia aktif terlibat di berbagai forum internasional, termasuk dalam meningkatkan daya saing di ASEAN. Selain itu, Indonesia sedang berproses untuk menjadi anggota Organisation for Economic Cooperation and Development atau OECD.
Dalam rangka mencapai pertumbuhan yang diharapkan, Airlangga juga menyoroti pentingnya meningkatkan kontribusi sektor industri dari 18% menjadi 25%. Pemerintah juga terus mendorong rantai pasokan dan pelaksanaan devisa hasil ekspor untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




