Indonesia Emas 2045, Bappenas Dukung Hilirisasi Teknologi ITS
Selasa, 14 April 2026 | 11:38 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung hilirisasi teknologi hasil inovasi ilmuwan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran awal (soft launching) Science Techno Park (STP) 2027 milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Selasa (14/4/2026). Rachmat mengapresiasi langkah ITS dalam memperkuat ekosistem inovasi dan ekonomi berbasis pengetahuan, yang dinilai penting untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, banyak inovasi yang dihasilkan ITS sangat relevan dan dibutuhkan untuk mendorong kemajuan nasional, termasuk bidang lingkungan, otomotif, perkapalan, hingga pangan. “Saya kira inovasi-inovasi ini adalah langkah awal kita melakukan hilirisasi. Banyak sekali inovasi yang diciptakan ITS dan ini sangat potensial untuk dikembangkan,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah teknologi air emission removal, yang mampu menyerap karbon dioksida sekaligus metana. Teknologi ini dinilai dapat menjadi solusi menuju target zero emission berbasis inovasi dalam negeri.
Rachmat juga menyatakan optimismenya target Indonesia Emas 2045 dapat tercapai apabila mahasiswa dan ilmuwan mampu terus menghasilkan produk inovatif dan aplikatif. Ia menegaskan, pemerintah siap mendorong hilirisasi berbagai inovasi tersebut agar dapat diimplementasikan dalam skala industri.
“Banyak sekali yang bisa dihilirisasi, mulai dari teknologi pangan, kedokteran, lingkungan, hingga perkapalan. Ini akan kita pilah dan kembangkan lebih lanjut,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati mengatakan pembangunan STP seluas 10 hektare dirancang sebagai jembatan antara hasil riset kampus dengan kebutuhan industri. “STP ini diharapkan menjadi pintu utama dalam proses hilirisasi hasil penelitian para inovator ITS,” jelasnya.
Ia menambahkan, ITS terus memperkuat kapasitas STP baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia, guna mendukung pengembangan inovasi berbasis teknologi. Saat ini, STP ITS mengelola empat klaster utama, yaitu maritim, otomotif, teknologi informasi dan komunikasi (TIK)/robotika, serta industri kreatif.
Melalui pengembangan tersebut, STP diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi, sekaligus mempercepat proses hilirisasi inovasi anak bangsa menuju skala industri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




