Kapal Otonom Nala Ares Mark II ITS Raih Grand Champion di AS 2026
Sabtu, 28 Februari 2026 | 06:13 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Kapal otonom Nala Ares Mark II karya Tim Barunastra Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih prestasi tertinggi pada ajang International RoboBoat Competition (IRC) 2026 di Sarasota, Florida, Amerika Serikat.
Pada kompetisi yang diikuti 36 tim dari 10 negara tersebut, Tim Barunastra ITS menyabet predikat Grand Champion setelah mendominasi sejumlah kategori utama. Mereka meraih Juara 1 Autonomy Challenge, Juara 1 Design and Documentation, serta penghargaan Best Technical Design Report.
Dosen pembina Tim Barunastra ITS, Rudy Dikairono, menilai capaian tersebut menunjukkan daya saing mahasiswa ITS di tingkat global.
"Capaian tim berisi mahasiswa ITS ini menjadi pijakan untuk prestasi yang lebih luas, tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga pada pengembangan karya teknologi maritim berkelanjutan nantinya," ujarnya pada Jumat (27/2/2026).
Ketua Tim Barunastra ITS, Davin Abhinaya, menambahkan bahwa kompetisi tersebut menjadi ajang pembelajaran kolaborasi global dalam pengembangan teknologi ASV.
"Perjalanan menuju gelar Grand Champion pun tidak ditempuh dengan mudah. Berbagai pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran menjadi bagian dari proses panjang yang dijalani seluruh anggota tim," katanya.
IRC dikenal sebagai kompetisi bergengsi yang menguji kemampuan Autonomous Surface Vehicle (ASV) atau kapal tanpa awak dalam menyelesaikan misi secara mandiri. Sejumlah perguruan tinggi ternama dunia seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT), Queen’s University, dan Georgia Institute of Technology turut ambil bagian dalam ajang tersebut.
Keberhasilan ini ditopang performa Nala Ares Mark II yang dirancang untuk menjawab tema kompetisi tahun ini, yakni Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief.
Pada kategori Autonomy Challenge, kapal dituntut mampu bermanuver secara mandiri di area simulasi pascabencana, termasuk menavigasi jalur evakuasi, menghindari puing, serta mengirimkan logistik secara presisi tanpa kendali langsung manusia.
Selain keunggulan operasional, tim juga mendapat apresiasi atas dokumentasi desain yang dinilai komprehensif. Integrasi sistem navigasi cerdas, algoritma pengambilan keputusan adaptif, serta arsitektur perangkat lunak menjadi kekuatan utama dalam kompetisi tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




