ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bahlil: Fondasi Makro Ekonomi Indonesia Kuat Hadapi Ketidakpastian Global

Rabu, 25 Oktober 2023 | 16:53 WIB
TR
R
Penulis: Thomas Rizal | Editor: RZL
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, memberikan Special Remarks, saat BNI Investor Daily Summit 2023 hari ke-2, Plenary Season: Economic Growth through Green Investments, di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Rabu, 25 Oktober 2023.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, memberikan Special Remarks, saat BNI Investor Daily Summit 2023 hari ke-2, Plenary Season: Economic Growth through Green Investments, di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Rabu, 25 Oktober 2023. (BeritaSatu Photo/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahladalia menyatakan fondasi makro ekonomi Indonesia kuat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini. Hal ini diucapkan Bahlil saat menjadi pembicara di BNI Investor Daily Summit 2023 di Hutan Kota by Plataran Senayan, Rabu (25/10/2023).

"Fondasi makro ekonomi Indonesia begitu solid karena pertumbuhan ekonomi kita didukung oleh konsumsi sekitar 53%, investasi sekitar 29-30%, dan sisaanya berasal dari pengeluaran pemerintah serta perdagangan internasional," kata Bahlil.

Ia menilai menyebut realisasi investasi tahun ini mencapai Rp 1.400 triliun, dengan lebih dari Rp 300 triliun dicapai pada Kuartal III. Jika pertumbuhan investasi tersebut melebihi 10% secara quarter on quarter (qoq), kata Bahlil, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pasti akan tetap di atas 5%. Bahlil menyebut penciptaan lapangan kerja yang tinggi juga mendukung konsumsi.

ADVERTISEMENT

"Saya percaya target pertumbuhan tahun ini dapat dicapai," tambah Bahlil.

Kementerian Investasi/BKPM mencatat, realisasi investasi selama triwulan III 2023 mencapai Rp 374,4 triliun, tumbuh 21,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi investasi ini juga mampu menyerap 516.467 tenaga kerja Indonesia (TKI).

Secara detail, realisasi investasi Triwulan III 2023 terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 196,2 triliun (52,4%) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 178,2 triliun (47,6%). Realisasi PMA tumbuh 16,2% year on year (yoy), sedangkan realisasi PMDN tumbuh 28,2% yoy.

Selain itu, data Kementerian Investasi/BKPM juga menunjukkan, sepanjang Januari-September 2023, realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp 545,8 triliun (51,8% dari total), sementara di Jawa mencapai Rp 507,3 triliun (48,2%).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon