ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemeriksaan Perbaikan Tambang Bawah Tanah Freeport Selesai

Selasa, 2 Juli 2013 | 17:05 WIB
RP
YD
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: YUD
Para pekerja mengelilingi ambulans sesaat setelah seorang karyawan berhasil diselamatkan dari reruntuhan di dalam kelas di fasilitas pelatihan bawah tanah area Big Gossan, Freeport Indonesia, di Timika, Papua.
Para pekerja mengelilingi ambulans sesaat setelah seorang karyawan berhasil diselamatkan dari reruntuhan di dalam kelas di fasilitas pelatihan bawah tanah area Big Gossan, Freeport Indonesia, di Timika, Papua. (Antara/dok.PT Freeport Indonesia/Spedy Paerang)

Jakarta - Tim investigasi independen sudah selesai melakukan pemeriksaan terhadap atap kelas fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Freeport di area Big Gossan. Investigasi itu dilakukan terhadap perbaikan yang dilakukan PT Freeport Indonesia terkait insiden runtuhnya atap kelas tersebut.

Ketua tim independen Ridho Wattimena mengatakan penyebab runtuh dan rekomendasi perbaikan sudah disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak 17 Juni kemarin.

"Kami masih harus yakin akan tindakan perbaikan yang dilakukan Freeport. Pemeriksaan itu sudah selesai dan kami sudah laporkan," kata Ridho di Jakarta, Selasa (02/07).

Ridho enggan membeberkan laporan yang diserahkan tersebut berisi rekomendasi pembukaan tambang bawah tanah. Dia hanya menyebut pemerintah yang memiliki wewenang untuk membuka kembali kegiatan pertambangan bawah tanah Freeport

ADVERTISEMENT

Sedangkan rekomendasi perbaikan yang harus dilakukan Freeport, Ridho hanya menjelaskan rekomendasi itu berupa beberapa kegiatan operasional dan manajerial yang berhubungan dengan penjaminan kestabilan tambang bawah tanah.

Dikatakannya, tim independen akan mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tambang bawah tanah di Indonesia selain yang dimiliki Freeport. Ridho mengungkapkan ada empat tambang bawah tanah yang akan diperiksa oleh timnya, antara lain di Lampung, Bogor dan Halmahera.

"Kami akan melakukan rapat untuk menentukan tambang mana dulu yang akan dievaluasi," paparnya.

Menteri ESDM Jero Wacik sebelumnya meminta tim independen melakukan pemeriksaan menyeluruh area tambang bawah tanah Freeport. Instruksi itu diberikan setelah tim independen menyerahkan hasil penyelidikan tentang penyebab runtuhnya atap kelas di area Big Gossan serta rekomendasi perbaikannya.

Penyebab runtuhnya atap kelas tersebut diduga diakibatkan oleh pelapukan tanah yang membuat perubahan kekuatan penyangga bawah tanah. "Jadi tanah tadinya kuat. Karena ada air merembes kemudian ada pelapukan jadi ada perubahan kekuatan penyangga. Karena itu saya minta cek semua," ujarnya.

Presiden Direktur Freeport Rozik B. Soetjipto menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah mengenai pengoperasian kembali tambang bawah tanah Freeport. Dia menyatakan Freeport belum mengajukan permohonan izin agar tambang bawah tanah diperbolehkan untuk dibuka.

"Kalau semuanya dianggap siap. Tentunya ESDM akan memberi izin untuk tambang bawah tanah," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon