ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Disayangkan, Potensi Panas Bumi Baru Terpakai 4%

Senin, 30 September 2013 | 11:24 WIB
AR
WP
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: WBP
Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) atau geothermal.
Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) atau geothermal. (GA/Defrizal/Defrizal)

Jakarta - Indonesia sesungguhnya memiliki potensi sumber panas bumi yang sangat besar dan tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi.

Dari total potensi panas bumi 29.000 megawatt (MW), baru 1.343 MW yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik atau sekitar 4%.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan Aziz Iskandar mengatakan di dalam Peraturan Presiden No 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, BPPT ditugaskan oleh pemerintah untuk mengembangkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dimulai dari PLTP skala kecil.

Adapun PLTP skala kecil di BPPT ini merupakan salah satu program prioritas nasional yang perlu didukung oleh semua pihak.

ADVERTISEMENT

"Penguasaan teknologi PLTP skala kecil akan mampu meningkatkan kepercayaan dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) serta industri dalam negeri. Pengembangan teknologi ini dapat memberikan kontribusi yang sangat besar dalam mewujudkan kemandirian nasional," katanya di sela Workshop Potensi dan Prospek Pengembangan PLTP Skala Kecil, di Jakarta, Senin (30/9).

Marzan menambahkan, dari 1.300 MW PLTP yang sudah beroperasi di 10 lokasi, seluruhnya memanfaatkan teknologi asing. Tidak ada satu pun PLTP yang ada saat ini merupakan hasil SDM dalam negeri, bahkan untuk PLTP skala kecil sekali pun.

Oleh karena itu lanjutnya, BPPT mengembangkan dua jenis teknologi PLTP skala kecil yakni teknologi PLTP condensing turbin dan teknologi PLTP binary cycle. Dalam teknologi PLTP condensing turbin, BPPT berharap ada penguasaan teknologi dan peningkatan kandungan dalam negeri secara maksimal.

Adapun pilot plan PLTP ini berkapasitas 3 MW di Kamojang, Garut, Jawa Barat melalui kerja sama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) serta PT PLN.

"Melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT PGE hari ini maka commisiong dan pengujian kinerja pilot plant akan dapat segera dimulai beberapa waktu ke depan," ucapnya.

Di sisi lain Marzan mengungkapkan pengembangan teknologi dan riset panas bumi di Indonesia masih mengalami berbagai tantangan. Salah satunya, masalah perizinan yang harus didapat dari berbagai kementerian seperti Kementerian Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Ia berharap, perizinan riset seharusnya hanya berasal dari satu pintu saja yakni Kementerian Riset dan Teknologi.

Di samping itu menurut Marzan, target utama penguasaan teknologi adalah untuk mengantikan (substitusi) pembangkit listrik tenaga diesel dengan PLTP skala kecil sehingga mampu mengurangi beban pemerintah dalam penggunaan BBM dan subsidi listrik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

ESDM Pastikan Geothermal Baturaden Tak Lagi Lakukan Eksplorasi

ESDM Pastikan Geothermal Baturaden Tak Lagi Lakukan Eksplorasi

EKONOMI
ESDM Ungkap Foto Viral Lahan Gundul di Baturaden Adalah Citra Lama

ESDM Ungkap Foto Viral Lahan Gundul di Baturaden Adalah Citra Lama

EKONOMI
Inovasi Ecolab–PGE Buka Era Baru Efisiensi Energi Panas Bumi

Inovasi Ecolab–PGE Buka Era Baru Efisiensi Energi Panas Bumi

OTOTEKNO
Bahlil Ungkap Potensi Besar Panas Bumi Indonesia Tempati Posisi Kedua

Bahlil Ungkap Potensi Besar Panas Bumi Indonesia Tempati Posisi Kedua

EKONOMI
Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

EKONOMI
PGE Yakin Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi Bersih

PGE Yakin Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi Bersih

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon