Investor Lokal Gemari Sektor Pangan dan Perkebunan
Kamis, 20 Oktober 2011 | 18:03 WIB
PMDN menyumbang sebesar Rp 52 triliun atau berkontribusi 28,7 persen.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, tanaman pangan dan perkebunan menjadi sektor yang paling diminati investor lokal dengan investasi sebesar Rp 8,33 triliun.
"Ini termasuk pengolahan kelapa sawit," kata Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), MM. Azhar Lubis, dalam konferensi pers yang di Jakarta, hari ini.
Realisasi investasi yang masuk ke Indonesia pada Januari-September 2011 mencapai Rp 181 triliun, atau meningkat 20,9 persen dari periode yang sama tahun lalu. Dari total jumlah tersebut, penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang sebesar Rp 52 triliun atau berkontribusi 28,7 persen.
Selain tanaman pangan dan perkebunan, empat sektor PMDN lainnya adalah industri makanan, sebesar Rp 5,78 triliun, industri mineral non logam Rp 5,6 triliun, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp 5,6 triliun, serta listrik, gas dan air Rp 5,42 triliun.
Realisasi PMDN secara lokasi tersebar di Jawa Barat (Rp 9,4 triliun), diikuti Jawa Timur (Rp 7,3 triliun), DKI Jakarta (Rp 7 triliun), Sulawesi Selatan (Rp 3,3 triliun) dan Kalimatan Tengah (Rp 3,2 triliun).
Azhar mengatakan, meningkatnya kontribusi PMDN merupakan hal positif karena pengusaha lokal makin percaya dengan kondisi berbisnis di Indonesia. Tidak ada pembedaan pemberian izin bagi perusahaan lokal maupun asing. Demikian pula halnya untuk tax holiday, asing maupun lokal bisa dapat asalkan memenuhi syarat nilai investasi dan penyerapan tenaga kerja.
Sejauh ini, belum ada perusahaan yang menerima tax holiday karena masih menunggu tata cara pengaturan. Nantinya, perusahaan bisa mengajukan permohonan lewat BKPM atau Kementerian Perindustrian (Kemenperin). "Sektor yang diutamakan seperti baja, refinery, telekomunikasi, renewable energy," ujar Azhar.
Posco asal Korea Selatan paling banyak disebut-sebut akan diusahakan memperoleh insentif ini.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, tanaman pangan dan perkebunan menjadi sektor yang paling diminati investor lokal dengan investasi sebesar Rp 8,33 triliun.
"Ini termasuk pengolahan kelapa sawit," kata Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), MM. Azhar Lubis, dalam konferensi pers yang di Jakarta, hari ini.
Realisasi investasi yang masuk ke Indonesia pada Januari-September 2011 mencapai Rp 181 triliun, atau meningkat 20,9 persen dari periode yang sama tahun lalu. Dari total jumlah tersebut, penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang sebesar Rp 52 triliun atau berkontribusi 28,7 persen.
Selain tanaman pangan dan perkebunan, empat sektor PMDN lainnya adalah industri makanan, sebesar Rp 5,78 triliun, industri mineral non logam Rp 5,6 triliun, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp 5,6 triliun, serta listrik, gas dan air Rp 5,42 triliun.
Realisasi PMDN secara lokasi tersebar di Jawa Barat (Rp 9,4 triliun), diikuti Jawa Timur (Rp 7,3 triliun), DKI Jakarta (Rp 7 triliun), Sulawesi Selatan (Rp 3,3 triliun) dan Kalimatan Tengah (Rp 3,2 triliun).
Azhar mengatakan, meningkatnya kontribusi PMDN merupakan hal positif karena pengusaha lokal makin percaya dengan kondisi berbisnis di Indonesia. Tidak ada pembedaan pemberian izin bagi perusahaan lokal maupun asing. Demikian pula halnya untuk tax holiday, asing maupun lokal bisa dapat asalkan memenuhi syarat nilai investasi dan penyerapan tenaga kerja.
Sejauh ini, belum ada perusahaan yang menerima tax holiday karena masih menunggu tata cara pengaturan. Nantinya, perusahaan bisa mengajukan permohonan lewat BKPM atau Kementerian Perindustrian (Kemenperin). "Sektor yang diutamakan seperti baja, refinery, telekomunikasi, renewable energy," ujar Azhar.
Posco asal Korea Selatan paling banyak disebut-sebut akan diusahakan memperoleh insentif ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




