Dahlan Iskan Urusi Remunerasi BUMN, Tidak soal "Outsourcing"
Kamis, 31 Oktober 2013 | 16:58 WIB
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengharapkan, BUMN di Indonesia segera melakukan remunerasi atau penggajian berdasarkan performa terhadap pekerjanya.
Dikatakan Dahlan, BUMN yang memberlakukan remunerasi itu lebih maju dan cenderung lebih bersih. Sementara soal sistem oursourcing yang masih dilakukan di sejumlah BUMN, menurut menteri tersebut, menjadi urusan direksi yang bersangkutan.
"Outsourcing biar diurus masing-masing direksi," ungkap Dahlan di Tanjung Priok, Jakarta, sebagaimana dirilis situs Sekretariat Kabinet (Setkab), Kamis (31/10).
Untuk sistem remunerasi, menurut Dahlan, pihaknya menenggat tahun depan sudah dilakukan oleh semua BUMN. Saat ini, yang sudah memberlakukannya antara lain adalah PT Telkom, Perusahaan Gas Negara (PGN), Bank Mandiri, serta PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang dalam proses berjalan.
Dijelaskan Dahlan, melalui sistem ini, maka penggajian akan dihitung dengan standar kinerja. Oleh karenanya, karyawan di level yang sama bisa menperoleh gaji berbeda, tergantung kinerja masing-masing.
"Gaji akan dihitung berdasarkan performance kinerja. Jadi, untuk setingkat manajer misalnya, belum tentu nanti gajinya akan sama," imbuh menteri yang juga ikut dalam Konvensi Capres Partai Demokrat (PD) ini.
"Kenyataannya, BUMN yang sudah menerapkan remunerasi, lebih bersih dan maju dibanding yang tidak menerapkan remunerasi," katanya lagi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




