Dahlan Janji Kurangi Intervensi IPO BUMN
Jumat, 4 November 2011 | 15:31 WIB
Agar kisruh KS dan Garuda tidak terulang.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan akan mengurangi intervensi kementerian dalam proses penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) perusahaan BUMN.
"Kementerian BUMN akan mengurangi intervensi dalam IPO," kata Dahlan Iskan, di kantornya Jakarta, hari ini.
IPO perusahaan pelat merah PT Krakatau Steel Tbk dan PT Garuda Indonesia Tbk beberapa waktu lalu memang diwarnai dugaan intervensi kementerian BUMN dalam menentukan harga dan alokasi saham. Tak hanya dari pengamat pasar modal, hujan kritik juga dilontarkan anggota DPR.
DPR bahkan membentuk panitia kerja (panja) untuk menyelidiki dugaan harga saham IPO KS sengaja ditetapkan rendah agar pihak-pihak tertentu bisa menikmati imbal hasil yang tinggi. Harga IPO KS ditetapkan Rp 850 per saham. Pada pencatatan perdana di bursa (listing), saham berkode KRAS ini melejit hingga 49 persen.
Panja ini juga dibentuk untuk menepis tuduhan anggota DPR yang memesan saham tersebut kepada kementerian BUMN. Hingga kini, Badan Pengawas pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) belum mau membuka data pemesan saham Krakatau Steel.
Sementara untuk IPO Garuda, menteri BUMN sebelumnya Mustafa Abubakar menginginkan harga saham Garuda ditetapkan di batas atas sebesar Rp 750 per saham di tengah naiknya harga minyak.
Sementara para penjamin emisi PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities, menganjurkan harga saham berkisar Rp 560- Rp 850. Saham Garuda jatuh sebesar 23 persen di debutnya sebelum akhirnya menutup penawaran perdananya di angka Rp 620.
"Saya tidak tahu bagaimana proses penawaran saham perdana sebelumnya seperti apa dan saya tidak mau tahu. Tapi saya punya latar belakang yang cukup untuk mengetahui mengenai kondisi pasar," ujar Dahlan.
Untuk melakukan IPO, BUMN harus mendapat persetujuan dari pemegang saham yaitu pemerintah dan DPR.
Dahlan menambahkan hingga saat ini belum ada kepastian mengenai perusahaan mana saja yang siap melantai di bursa tahun depan, walaupun menteri BUMN sebelumnya mengatakan akan ada empat perusahaan yang IPO di 2012.
Perusahaan tersebut adalah Semen PT Baturaja, Perum Pegadaian, anak usaha Pertamina, PT Tugu Pratama, dan anak usaha Krakatau Steel, PT Krakatau Wajatama.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan akan mengurangi intervensi kementerian dalam proses penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) perusahaan BUMN.
"Kementerian BUMN akan mengurangi intervensi dalam IPO," kata Dahlan Iskan, di kantornya Jakarta, hari ini.
IPO perusahaan pelat merah PT Krakatau Steel Tbk dan PT Garuda Indonesia Tbk beberapa waktu lalu memang diwarnai dugaan intervensi kementerian BUMN dalam menentukan harga dan alokasi saham. Tak hanya dari pengamat pasar modal, hujan kritik juga dilontarkan anggota DPR.
DPR bahkan membentuk panitia kerja (panja) untuk menyelidiki dugaan harga saham IPO KS sengaja ditetapkan rendah agar pihak-pihak tertentu bisa menikmati imbal hasil yang tinggi. Harga IPO KS ditetapkan Rp 850 per saham. Pada pencatatan perdana di bursa (listing), saham berkode KRAS ini melejit hingga 49 persen.
Panja ini juga dibentuk untuk menepis tuduhan anggota DPR yang memesan saham tersebut kepada kementerian BUMN. Hingga kini, Badan Pengawas pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) belum mau membuka data pemesan saham Krakatau Steel.
Sementara untuk IPO Garuda, menteri BUMN sebelumnya Mustafa Abubakar menginginkan harga saham Garuda ditetapkan di batas atas sebesar Rp 750 per saham di tengah naiknya harga minyak.
Sementara para penjamin emisi PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities, menganjurkan harga saham berkisar Rp 560- Rp 850. Saham Garuda jatuh sebesar 23 persen di debutnya sebelum akhirnya menutup penawaran perdananya di angka Rp 620.
"Saya tidak tahu bagaimana proses penawaran saham perdana sebelumnya seperti apa dan saya tidak mau tahu. Tapi saya punya latar belakang yang cukup untuk mengetahui mengenai kondisi pasar," ujar Dahlan.
Untuk melakukan IPO, BUMN harus mendapat persetujuan dari pemegang saham yaitu pemerintah dan DPR.
Dahlan menambahkan hingga saat ini belum ada kepastian mengenai perusahaan mana saja yang siap melantai di bursa tahun depan, walaupun menteri BUMN sebelumnya mengatakan akan ada empat perusahaan yang IPO di 2012.
Perusahaan tersebut adalah Semen PT Baturaja, Perum Pegadaian, anak usaha Pertamina, PT Tugu Pratama, dan anak usaha Krakatau Steel, PT Krakatau Wajatama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




