ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kementerian ESDM akan Lelang 10 WKP Panas Bumi

Rabu, 5 Maret 2014 | 17:42 WIB
RP
B
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: B1
Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) atau geothermal dalam rangka pertumbuhan ekonomi.
Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) atau geothermal dalam rangka pertumbuhan ekonomi. (Antara)

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kem-ESDM) akan melelang 10 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total potensi sebesar 1498 Megawatt (MW). Proses lelang dilakukan tahun ini setelah terbit Peraturan Menteri ESDM yang baru tentang lelang.

Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Tisnaldi mengatakan, peraturan lelang nanti berbeda dengan mekanisme yang diterapkan saat ini. Dia berharap, dengan aturan baru ini maka tidak ada kendala yang dihadapi para pemenang dalam mengggarap wilayah kerja tersebut.

"Sepuluh WKP ini dilelang tahun ini. Kami lelang setelah terbit Permen baru tentang lelang," ujarnya.

Tisnaldi menjelaskan, mekanisme lelang nantinya mewajibkan seluruh peserta untuk menandatangani kesediaan menyetorkan uang jaminan eksplorasi sebesar US$ 10 juta per sumur ekplorasi.

ADVERTISEMENT

Dia menegaskan uang jaminan ini bisa digunakan oleh pemenang lelang sebagai sumber pendanaan misalnya untuk kegiatan Rekayasa, Pengadaan, dan Konstruksi (Engineering, Procurement, and Construction/EPC).

Uang jaminan ini, tambah Tisnaldi, sebagai pemacu pemenang lelang untuk segera menggarap wilayah panas bumi yang dimenangkannya. Dia menyebut pemenang tersebut diberi batas waktu hingga tiga tahun untuk menunjukkan kemajuan kegiatan yang tercapai. Apabila tidak ada progress apapun maka uang jaminan tersebut akan hilang.

Mekanisme "paksa" ini diterapkan untuk menghindari calo wilayah kerja yang hanya memenangkan lelang lalu menjual wilayah tersebut. "Kalau mereka keberatan menyetor uang jaminan, berarti enggak serius. Berarti dia mungkin mau mendapat wilayah kerja saja atau memperjualbelikan sahamnya," tegasnya.

Adapun 10 WKP yang akan dilelang antara lain Simbolon Samosir di Sumatera Utara dengan potensi 155 MW, Gunung Talang di Sumatera Barat dengan potensi 35 MW, Kepahiang di Bengkulu dengan potensi 180 MW, Danau Ranau dan Way Ratai di Lampung dengan potensi masing-masing sebesar 210 MW dan 105 MW, Gunung Endut di Banten dengan potensi 80 MW, Candi Umbul Telomoyo dan Gunung Lawu di Jawa Tengan dengan potensi masing-masing 72 MW dan 195 MW, Sembalun di Nusa Tenggara Barat dengan potensi 100 MW, Mataloko dan Ola Ile Ange di Nusa Tenggara Timur dengan potensi masing-masing 63 MW dan 40 MW, Bora Pulu di Sulawesi Tengah dengan potensi 123 MW, serta di Songa Wayaua di Maluku Utara dengan potensi 140 MW.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

RI dan Rusia Perkuat Kerja Sama Energi Bersih dan Nuklir

RI dan Rusia Perkuat Kerja Sama Energi Bersih dan Nuklir

EKONOMI
Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang, Formulasi Dirombak

Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang, Formulasi Dirombak

EKONOMI
ESDM Jelaskan Alasan Pertalite Tak Dijual di SPBU Signature

ESDM Jelaskan Alasan Pertalite Tak Dijual di SPBU Signature

EKONOMI
CNG Bakal Jadi Pengganti LPG? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

CNG Bakal Jadi Pengganti LPG? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

EKONOMI
Percepat Target Sektor Energi, Bahlil Lantik 19 Pejabat ESDM

Percepat Target Sektor Energi, Bahlil Lantik 19 Pejabat ESDM

EKONOMI
Apa Itu CNG yang Disebut-sebut sebagai Calon Pengganti LPG?

Apa Itu CNG yang Disebut-sebut sebagai Calon Pengganti LPG?

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon