Kementerian ESDM Pastikan "Smelter" Freeport Rampung pada 2017
Jumat, 25 April 2014 | 15:33 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan PT Freeport Indonesia berkomitmen membangun pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di dalam negeri. Freeport bekerja sama dengan PT Aneka Tambang (persero) dalam membangun smelter tembaga tersebut.
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Dede I Suhendra mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Freeport dalam mengevaluasi pembangunan smelter tersebut.
"Roadmap-nya tadi kami rapatkan. Tahun 2017 harus jadi," kata Dede di Jakarta, Jumat (25/04).
Dede menuturkan dalam rapat evaluasi tersebut Freeport memaparkan perkembangan yang telah dicapai. Hanya lokasi dan kapasitas smelter yang masih belum diputuskan.
Dia menyebut sejumlah lokasi yang menjadi pertimbangan Freeport antara lain di Papua atau di Surabaya, Jawa Timur. Ketersediaan pasokan listrik dan infrastruktur penunjang menjadi penentu lokasi terbaik smelter.
Untuk kapasitas smelter belum ditentukan lantaran ada dua pilihan kebutuhan konsentrat tembaga yakni sebesar 1,2 juta ton atau 1,6 juta ton. "Kami berharap jangan sampai kapasitas terlalu besar, tapi ternyata volumenya enggak memadai," ujarnya.
Lebih lanjut Dede mengungkapkan investasi smelter ini mencapai US$ 2,3 miliar (sekitar Rp 26,6 triliun). Namun dia menyebut nilai investasi masih bisa berkurang lantaran ada dua pilihan teknologi yang akan digunakan yakni Autotech dan Mitsubishi. "Enam bulan setelah ini semua selesai bisa starting fisiknya (pembangunan dimulai)," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




