ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bisnis Online Tingkatkan Omzet Pengiriman Barang

Minggu, 4 Mei 2014 | 18:16 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Online shopping
Online shopping (Istimewa/Istimewa)

Semarang - Wakil Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah Ranudin mengatakan, aktifitas bisnis online meningkatan omzet pengiriman barang karena saat ini mulai banyak masyarakat yang memanfaatkan media tersebut untuk berbelanja.

"Kenaikan omzet pengiriman karena bisnis online ini sudah terasa sejak tiga tahun lalu karena saat itu banyak penjual yang lebih memilih memasarkan barang lewat facebook maupun media sosial yang lain secara keseluruhan untuk kenaikan setiap tahun sekitar 20 persen," ujarnya di Semarang, Minggu (4/5).

Tidak hanya barang, seperti pakaian, sepatu, tas, dan sejumlah barang ritel, namun cukup banyak barang yang dikirimkan berupa makanan.

"Khusus untuk makanan ini kami memberikan 'one day service' serta ada boks tersendiri karena untuk barang ini kan butuh perlakuan khusus," katanya.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut beberapa makanan yang paling banyak diminati yaitu bandeng presto, lunpia, dan gudeg jogja.

Radunin mengatakan menjelang puasa mendatang, pengiriman untuk makanan diprediksi akan lebih tinggi.

"Secara keseluruhan pengiriman untuk kebutuhan Ramadhan akan naik sekitar 25-30 persen, ini berdasarkan tren tahun sebelumnya," katanya.

Ia mengatakan kenaikan akan kembali terjadi satu minggu menjelang Lebaran karena pada saat itu barang yang dikirimkan didominasi oleh pakaian dan berbagai kue kering.

"Saat biasa begini dalam satu bulan kami bisa mengirimkan 350 ton barang, saat Lebaran nanti bisa hampir dua kali lipatnya," ujarnya.

Dia mengatakan sebetulnya pengiriman bisa lebih dari itu, namun pihaknya terkendala dengan keterbatasan kuota penerbangan karena 60 persen barang dikirimkan melalui transportasi udara, sedangkan sisanya lewat darat.

"Apalagi saat mendekati Lebaran nanti, kami juga harus berbagi bagasi dengan para pemudik. Tentu ini semakin memperkecil kuota yang harus dikirimkan melalui jasa pengiriman," katanya.

Radunin mengatakan kenaikan sempat terjadi sebagai dampak dari pemilu legislatif lalu, ada kenaikan antara 20-25 persen untuk barang yang dikirimkan.

"Kenaikan ini sifatnya sementara karena pemilu kan tidak diadakan setiap tahun, untuk kebanyakan barang yang dikirimkan yaitu kertas suara yang dikirim ke wilayah Indonesia timur," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banyak Usaha Keluarga di Asia Tak Miliki Penerus yang Jelas

Banyak Usaha Keluarga di Asia Tak Miliki Penerus yang Jelas

EKONOMI
Bisnis Indonesia Kini Bergantung pada AI: Ancaman atau Peluang?

Bisnis Indonesia Kini Bergantung pada AI: Ancaman atau Peluang?

EKONOMI
Penyebab Utama Bisnis Keluarga Jarang Berhasil, Kadin Beri Solusi

Penyebab Utama Bisnis Keluarga Jarang Berhasil, Kadin Beri Solusi

EKONOMI
Presiden Prabowo Ingatkan Integritas Pengurus Koperasi Merah Putih

Presiden Prabowo Ingatkan Integritas Pengurus Koperasi Merah Putih

EKONOMI
Kuliah Bukan Halangan, Mahasiswa Perlu Giat Bangun Bisnis Sendiri

Kuliah Bukan Halangan, Mahasiswa Perlu Giat Bangun Bisnis Sendiri

NASIONAL
Presiden Prabowo Siap Berantas Premanisme Pengganggu Iklim Bisnis

Presiden Prabowo Siap Berantas Premanisme Pengganggu Iklim Bisnis

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon