ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Waralaba Malaysia Incar Pasar Indonesia

Sabtu, 21 Juni 2014 | 17:22 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Papan pengumuman tentang penyegelan bangunan terpampang di sebuah minimarket waralaba di Kawasan Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Jumat (3/1). Meski telah disegel oleh Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Pusat, minimarket tersebut masih tetap buka dan melayani penjualan.
Papan pengumuman tentang penyegelan bangunan terpampang di sebuah minimarket waralaba di Kawasan Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Jumat (3/1). Meski telah disegel oleh Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Pusat, minimarket tersebut masih tetap buka dan melayani penjualan. (Antara/Dhoni Setiawan)

Jakarta - Perusahaan waralaba Malaysia mengincar pasar Indonesia, khususnya sektor makanan.

"Kami ingin menghadirkan produk Malaysia yang bermutu dengan harga bersaing karena peluang di Indonesia sangat luas apalagi kita memiliki banyak persamaan," kata Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi, dan Kepenggunaan Malaysia Dato Sri Hasan Malek dalam pameran Malaysia-Indonesia Business Expo (MIBEX) 2014 di Jakarta, Sabtu (21/6).

Setidaknya ada 25 stan yang hadir dalam pameran yang berlangsung pada 20-22 Juni di Jakarta Convention Center tersebut. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan usaha makanan, kemudian kesehatan, pendidikan dan usaha kecil dan menengah (UKM).

"Waralaba kami ada di sektor makanan, keuangan hingga pariwisata di berbagai negara, dan kami harap jumlah tersebut bertambah khususnya di Indonesia karena kita satu rumpun, ada persamaan budaya dan bahasa," tambah Dato Sri Hasan Malek.

ADVERTISEMENT

Ia mencatat bahwa sudah ada 23 perusahaan waralaba Malaysia yang hadir di Indonesia, di antaranya adalah kedai kopi "Old town white Coffee" yang sudah memiliki 16 toko dan Kopitiam yang sudah punya 52 toko di Indonesia, total ada 429 toko waralaba Malaysia di seluruh Indonesia.

"Sebagian dari pengusaha waralaba tersebut adalah orang-orang muda baik laki-laki maupun perempuan. Intinya di mana ada niat di situ ada jalan untuk peluang usaha," ungkap dia.

Menurut Dato Sri Hasan Malek, perusahaan waralaba Malaysia sudah hadir di 53 negara dengan total 1992 cabang.

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar yang juga hadir dalam pameran itu mengharapkan adanya kerja sekma kerja sama untuk waralaba mikro.

"Kami berharap ada kerja sama bagi waralaba mikro yang selanjutnya bisa juga berkembang untuk menyediakan fasilitas pendanaan mikro," kata Anang.

MIBEX sendiri menjadi salah satu cara untuk memfasilitasi peluang usaha Indonesia-Malaysia. Pameran itu pertama kali diadakan pada 2012.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

FLEI Business Conference 2026 Dorong Pertumbuhan Bisnis Waralaba

FLEI Business Conference 2026 Dorong Pertumbuhan Bisnis Waralaba

EKONOMI
FLEI Business Show 2026 Hadirkan Ragam Peluang Usaha di Tengah Dinamika Ekonomi

FLEI Business Show 2026 Hadirkan Ragam Peluang Usaha di Tengah Dinamika Ekonomi

EKONOMI
Cabut 4 Permendag, Usaha Waralaba Tak Perlu Menunggu Izin Terbit

Cabut 4 Permendag, Usaha Waralaba Tak Perlu Menunggu Izin Terbit

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon