Syarat Ini Harus Dipenuhi Jika Ingin Pertumbuhan 5,8% Tercapai
Rabu, 15 Oktober 2014 | 15:34 WIB
Jakarta - Pelaku usaha optimistis pemerintah baru bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen melalui penghematan anggaran.
"Itu angka yang realistis. Karena langkah pertama yang dilakukan adalah penghematan anggaran. Jadi kita lihatlah, anggaran-anggaran ini sudah disederhanakan," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani dalam Harian Bisnis Indonesia - Publikasi Riset dan Diskusi "Ekspektasi Dunia Usaha kepada Pemerintahan Baru" di Jakarta, Rabu (15/10).
Menurut Franky, dunia usaha terus memantau perkembangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 akan dihasilkan. "Yang kita tunggu dari pemerintahan baru adalah bagaimana Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla melakukan komunikasi yang efektif dengan parlemen sehingga RAPBN-2015 itu disesuaikan," ujar dia.
Dia menjelaskan, untuk menguji RAPBN-2015 akan ada review semua program pemerintahan baru, sehingga bisa dikaji secara cermat sejumlah pos yang bisa dilakukan penghematan.
"Salah satunya yang pernah diungkapkan adalah penghematan biaya rapat. Hal lain, seperti mengurus pasar bisa dilakukan 10-20 kementerian. Kenapa tidak di satu kementerian saja? Sementara untuk menangani kemiskinan lebih dari 6-8 kementerian. Hal-hal ini yang harus disederhanakan," jelas dia.
Franky melanjutkan, apabila penghematan terealisasi, pemerintah bisa mendorong investasi infrastruktur. "Swasta juga bisa memberi dukungan. Kemudian, manufacturing seperti pertanian bisa memberi kesempatan kerja lebih luas," lanjutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




