Kuota BBM Subsidi Tersisa 8 Juta KL
Rabu, 29 Oktober 2014 | 13:23 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi tersisa 8 juta kilo liter (KL) dari kuota yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2014 sebesar 46 juta kl.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan realiasi konsumsi BBM subsidi hingga saat ini mencapai 38,4 juta KL. Namun dia tidak merinci realisasi besaran masing-masing BBM subsidi seperti premium dan solar.
"Saya belum dapat laporan dari PT Pertamina (Persero). Tapi Sampai saat ini sekitar 38,4 juta kl," kata Edy, ditemui usai acara serah terima jabatan Menteri ESDM, di Jakarta, Rabu (29/10).
Edy menjelaskan pihaknya tidak memiliki wewenang untuk membatasi konsumsi BBM subsidi. Penyaluran di bawah kewenangan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan dilaksanakan Pertamina. "Kami hanya menyiapkan kebijakan saja. Eksekusi kuota APBN-P, cara pengelolaan dan penyedian tetap di BPH Migas dan Pertamina," katanya.
Sementara itu Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng menambahkan konsumsi rata-rata harian BBM subsidi jenis premium sekitar 40-50.000 KL. Sedangkan konsumsi rata-rata BBM subsidi solar sekitar setengah dari konsumsi premium.
Dia menegaskan kuota BBM subsidi sebesar 46 juta kl harus cukup hingga akhir tahun. Adapun cara yang dilakukan bisa melalui pembatasan penyaluran. Namun dia mengakui, hal tersebut harus diputuskan oleh pemerintah. "Supaya cukup tinggal mengatur saja. Tinggal ngitir (pembatasan)" katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




