Wakil Ketua Komisi IV: Hampir Semua Pelaku Usaha Beras Cari Untung Besar
Kamis, 30 April 2015 | 14:01 WIB
Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, menyatakan bahwa berdasarkan pengamatannya, mafia beras sangat sulit ditemukan. Dia menyatakan spekulan beras memang ada. Mereka mencari untung dari perdagangan beras sebesar-besarnya.
"Menurut saya, tidak ada yang berkategori mafia beras karena pemainnya banyak. Namun hampir semua pelaku usaha beras akan memanfaatkan celah dan ruang spekulasi," kata Herman, Jakarta, Kamis (30/4).
Menurutnya, para pelaku usaha sulit diberantas karena jumlahnya banyak. Selain itu, beras merupakan barang dagangan yang rawan spekulasi, akibat tingkat kebutuhan yang tinggi.
"Disebut-sebut ada istilah tujuh samurai atau tujuh naga dalam dunia perberasan. Saya belum mengetahui itu. Setahu saya, sebagian besar pelaku usaha perberasan bermain dalam 'kelas besar' di Pasar Induk Cipinang," jelasnya.
Baginya, masalah-masalah terkait beras terjadi karena stok beras nasional yang di Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak memadai. Di sisi lain, pertumbuhan produktivitas lahan padi juga rendah.
"Ada juga faktor politis dan statement pejabat negara yang membuat celah spekulan bermain, seperti penggantian raskin ke e-money, pembubaran Bulog, dan lain-lain," jelas Herman, politikus Partai Demokrat itu lagi.
Sebenarnya, menurut dia, masalah perberasan takkan terjadi apabila regulasi terkait, yakni UU Pangan 18 / 2012 dilaksanakan cepat dan serius.
Menurutnya, UU Pangan dapat dijadikan landasan untuk memberantas, apa yang disebut sebagai spekulan maupun mafia beras. Proses penegakan hukum terhadap pelaku usaha pangan pokok dan penimbunan yang merugikan masyarakat luas pasti bisa ditindak.
Herman mengakui bahwa para spekulan maupun mafia memang kerap memanfaatkan tak jelasnya data pasokan beras dan konsumsi.
"Maka kami selalu merekomendasikan ke pemerintah agar merasionalisasi dan melakukan perhitungan yang tepat terhadap data aktual produksi dan konsumsi," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




