"Reshuffle" Kabinet Bisa Menyasar Kementerian BUMN
Rabu, 6 Mei 2015 | 12:40 WIB
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diwacanakan akan lakukan perombakan atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
Reshuffle kabinet dilakukan menyusul kurangnya kinerja sejumlah menteri, terutama kementerian yang berhubungan langsung dengan perkembangan ekonomi nasional.
Pengamat politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara menilai reshuffle kabinet Jokowi tidak signifikan jika tetap mempertahankan elite di Kementerian BUMN.
Dia menilai melemahnya perekonomian terjadi lantaran BUMN kurang mampu menopang pertumbuhan perekonomian dengan baik.
"BUMN itu seharusnya menopang perekonomian nasional yang memburuk, bukan pasif atau malah ikut berpartisipasi terhadap memburuknya ekonomi nasional," kata Igor, Rabu (6/5).
Menurut Igor, Kementerian BUMN sudah seharusnya menjadi gerbong utama dalam barisan yang bisa reshuffle pemerintah. Terlebih, masalah ekonomi timbul karena Jokowi dinilai terlalu lemah menerima masukan dari tim kabinet bidang ekonomi.
"Bisa jadi karena Jokowi terpaksa membuat kebijakan-kebijakan tidak populer demi kepentingan oknum tim ekonomi yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Dalam konteks inilah, menurut Igor, Kementerian BUMN dinilai juga turut bertanggung jawab karena turut mendukung kebijakan kenaikan BBM.
Dia mengatakan, seharusnya subsidi BBM bisa dialokasikan untuk pendidikan, namun ternyata diarahkan ke BUMN.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




