ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hadapi Normalisasi The Fed, Likuiditas Perbankan Masih Aman

Minggu, 10 Mei 2015 | 15:14 WIB
A
B
Penulis: Agustiyanti | Editor: B1
Ilustrasi Bank Indonesia
Ilustrasi Bank Indonesia (Beritasatu.com)

Jakarta-Bank Indonesia telah melakukan simulasi dan uji ketahanan terhadap kondisi perbankan terkait kemungkinan terjadinya peningkatan pada sejumlah risiko yang antara lain merupakan dampak dari kebijakan normalisasi Bank Sentral AS (The Fed). Dari simulasi yang dilakukan dengan sejumlah asumsi pemburukan, kondisi likuiditas perbankan masih berada dalam batas yang aman.

Dalam laporan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan yang dirilis baru-baru ini, BI melakukan simulasi dampak kebijakan normalisasi The Fed terhadap likuiditas perbankan dengan asumsi normalisasi The Fed akan dilakukan pada semester dua dan menimbulkan terjadi capital reversal (keluarnya modal asing dari Indonesia) yang cukup besar sehingga menimbulkan sentimen pasar yang negatif. Kemudian diasumsikan bahwa transmisi penurunan likuiditas terjadi melalui dua jalur yakni penurunan nilai aset surat-surat berharga dan pihak asing yang menarik dananya dari perbankan sehingga dana pihak ketiga valas perbankan menurun dan akhirnya mempengaruhi likuiditas perbankan.

Hasil simulasi menunjukkan kebijakan normalisasi The Fed akan menurunkan alat likuid perbankan sebesar 16% pada akhir 2015. Penurunan likuiditas terbesar terutama terjadi pada bank kelompok BUKU (bank umum kegiatan usaha) 3, diikuti BUKU 2, dan 1 atau bank-bank dengan modal di bawah Rp 30 triliun. Namun, kondisi likuiditas perbankan akan membaik di akhir tahun seiring adanya ekspansi fiskal pemerintah.

Tingkat likuiditas perbankan (AL/DPK) pada akhir 2015 diperkirakan turun 287 basis poin (bps) dari 18% menjadi 15%. Namun, tingkat likuiditas tersebut masih berada di atas tresshold sebesar 8,5%, di mana seluruh BUKU berada pada level yang aman. Secara umum, hasil simulasi menunjukkan ketahanan likuiditas perbankan masih tetap terjaga apabila penarikan modal pasca normalisasi The Fed, tetapi terdapat kesulitan likuiditas pada level individu juga terjadi penarikan dana dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat.

ADVERTISEMENT

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menuturkan konstelasi perekonomian global di mana terjadi divergensi kebijakan moneter antara The Fed dan bank sentral sejumlah negara lainnya yang berdampak pada penguatan dolar AS perlu diwaspadai. Terlebih, Indonesia masih menghadapi defisit pada neraca transaksi berjalan.

"Tiga tahun ke depan di Amerika, ekonomi akan membaik dan dolar akan menguat dan untuk itu kita harus waspada. Hal ini menjadi tantangan bagi kita di mana Indonesia masih mengalami defisit transaksi berjalan yang perlu dikendalikan," ujar Agus.

Kondisi perekonomian global tersebut, menurut dia, jika tidak diantisipasi dan direspons dengan baik akan berdampak pada kestabilan nilai tukar dan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan pada akhirnya. Saat ini sendiri, menurut Agus, kondisi permodalan dan likuiditas perbankan masih sangat bagus dan tidak menunjukkan kondisi likuiditas yang ketat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Emas Berpeluang Naik Ditopang Bejibun Sentimen Global

Harga Emas Berpeluang Naik Ditopang Bejibun Sentimen Global

EKONOMI
Rupiah Kembali Ditutup Melemah ke Rp 17.382 Tertekan 2 Sentimen

Rupiah Kembali Ditutup Melemah ke Rp 17.382 Tertekan 2 Sentimen

EKONOMI
Rupiah Sentuh Level Terburuk, Ekonom Minta BI Lebih Hawkish

Rupiah Sentuh Level Terburuk, Ekonom Minta BI Lebih Hawkish

EKONOMI
The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

EKONOMI
Penahanan Suku Bunga The Fed Picu Volatilitas Global

Penahanan Suku Bunga The Fed Picu Volatilitas Global

EKONOMI
Bursa Asia Melemah Tertekan Lonjakan Minyak dan Sikap The Fed

Bursa Asia Melemah Tertekan Lonjakan Minyak dan Sikap The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon